close

Enter

Log in using OpenID

ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL SOBA NI

embedDownload
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL
SOBA NI IRU YO KARYA YOANA DIANIKA
ヨアナ・ディアニカの作品『そばにいるよ』という
小説に対して日本語コード・ミキシングの分析
Husna Dwi Putri, Herniwati, S.Pd, M. Hum1,
Drs. H. Ahmad Dahidi, M.A2
Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
Universitas Pendidikan Indonesia
[email protected]
ABSTRAKSI
Campur kode merupakan, pemakaian satu bahasa atau lebih dalam suatu
tuturan dengan saling memasukkan unsur-unsur bahasa seperti kata, baster
frase dan klausa kedalam bahasa atau suatu wacana. Peristiwa ini merupakan
akibat dari kedwibahasaan atau lebih yang dimiliki setiap manusia, maka
campur kode dapat terjadi dalam berbagai bahasa.
Peristiwa campur kode dapat ditemukan pada bahasa lisan maupun
tulisan. Dalam bahasa lisan seperti pidato, percakapan, dan lain-lain,
1
2
Penulis Penanggung Jawab
P Penulis Penanggung Jawab
sedangkan bahasa tulisan dapat ditemukan di sebuah artikel, dialog, novel dan
lain-lain.
Penelitian yang berjudul Analisis Campur Kode Bahasa Jepang Dalam
Novel Soba Ni Iru Yo Karya Yoana dianika ini bertujuan agar para pembaca
yang sama sekali belum mempelajari bahasa Jepang dapat memahami
beberapa kata, klausa dan frase bahasa Jepang yang agak membingungkan
didalam novel ini, dan para pembelajar bahasa Jepang maupun bahasa
Indonesia mendapatkan informasi mengenai campur kode bahasa Jepang yang
terdapat di dalamnya.
Agar pembahasan dalam penelitian tidak meluas, penulis membatasi
permasalahan pada apa-apa saja campur kode bahasa Jepang yang disisipkan,
apa saja wujud campur kode bahasa Jepang beserta klasifikasinya, makna,
serta fungsi campur kode bahasa Jepang yang tersirat di dalamnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode
deskriftif, dengan analisis kualitatif, yaitu mengumpulkan data, menyusun
atau mengklasifikasikan dan mengintrepretasikannya. Pemilihan objek dalam
penelitian ini yaitu campur kode yang disisipkan pada setiap kalimat-kalimat
berupa dialog maupun deskripsi
di dalam Soba Ni Iru Yo karya Yoana
Dianika.
Berdasarkan hasil analisis, penulis menyimpulkan bahwa unsur campur
kode yang disisipkan paling banyak terdapat dalam kalimat berbentuk
deskripsi. dan ditemukan klasifikasi wujud campur kode yaitu, kata berjumlah
216 dengan klasifikasinya yaitu (meishi, dooshi, fukushi, jufuku), frasa
berjumlah 13 dengan klasifikasinya yaitu (frasa verba dan frasa nomina),
klausa berjumlah satu dengan klasifikasinya yaitu (klausa nomina), baster
berjumlah satu dan reduplikasi(jufuku) berjumlah satu.
Campur kode bahasa Jepang tersebut, menyiratkan berbagai fungsi ketika
dilihat dari penempatannya dalam suatu kalimat, yaitu memberikan informasi,
memberikan
penjelasan,
menunjukkan
pertentangan,
menunjukkan
keingintahuan, menyatakan suatu tujuan, menunjukkan suatu ajakan,
menyatakan suatu perintah, menghormati mitra tutur, dan menunjukkan
keakraban.
Kata kunci: Campur kode, Analisis, Novel, Bahasa, Jepang
AN ANALYSIS OF JAPANESE LANGUAGE CODE-MIXING IN
SOBA NI IRU YO NOVEL BY YOANA DIANIKA
ABSTRAC
Code-mixing refers to the using of two or more languages in speech, in which
language elements such as words, buster, phrase and clause or a discourse used mixed
into the other language. This phenomenon is the result of one’s bilingualism or
multilingualism, which means code-mixing, can occur in variety of languages.
Code-mixing can be found in either spoken or written language. In the spoken
language it can be found in speeches, conversations, etc., while in the written language
code-mixing can be found in articles, dialogues, and novels.
The objective of the research entitled “An Analysis of Japanese Language
Code-Mixing in Soba Ni Iru Yo Novel by Yoana Dianka” is, that readers who haven’t
studied Japanese are able to understand a few words, clauses, and phrase contained in
the novel, which is somewhat confusing. The research also written with the aim that
Japanese and Indonesia language learner able to get information about the Japanese
language code-mixing contained in the novel.
To prevent the research study way to broad, the authors limit the issues on the
Japanese language code-mixing forms and its classifications, meaning, and the mixcode function that is implied in it.
The methods used in this research are descriptive and qualitative. Which are
collect, organize, classify and interpret the data. The selections of objects in this study
are code-mixing that is embedded in sentence, dialogue and description in Soba Ni Iru
Yo novel.
Based on analysis, the authors concluded that code-mixing elements inserted in
the novel at the most are found in form of description sentences. Code-mixing
classifications in form of words are amounted to 209 with its classification (meishi,
dooshi, fukushi, juufu). Phrases amounted to 12 with its classification (verb phrases
and noun phrases). Clause amounted to 1 and reduplication (jufuku) amounted to 1.
The Japanese language mixing-code mention before, imply various functions
when observed from its placement in a sentences, which is providing information,
explanation, indicating opposition, shows curiosity, stating a purposes, showing an
invitation, express a command, respect the hearer, and demonstrate familiarity.
Key word: Code-mixing, Analysis, Japanese, language, novel
ヨアナ・ディアニカの作品『そばにいるよ』という小説に対して日本
語コード・ミキシングの分析
要旨
コード・ミキシングとは二
げんごい
こうさ
;言語以上の言葉を同時に
;交差し、単
語やフレーズや文節などに使用することである。コード・ミキシングの一つの
原因は人間に使われる二言語(バリンガル)ということである。なので、コー
ド・ミキシングはどのような言語にも起これるのであろう。
コード・ミキシングという現象は話し言葉にも書き言葉にも起これるのである。
話し言葉では、例えば、スピーチ、会話などである。書き言葉せは記事、ダイ
アローグ、小説などである。
本研究は「ヨアナ・ディアニカの作品『そばにいるよ』という小説に対してコ
ード・ミキシングの分析」を題名にした。本研究の目的は、日本語を勉強したこ
とない方には本小説に使われている単語や文節など楽に理解できるように、本
研究を行いました。それから、日本語の学習者 インドネシア
も日本語コード・ミキシングについて新しい
いと思う。
の
学習者
に
ちしき
ていきょう
;知識を
;提供した
本研究の範囲があまり広くないように、筆者は研究の問題を制限を決めること
にする。それは本小説に使われるコード・ミキシングとそのコード・ミキシン
グの形・カテゴリ、それからそのコード・ミキシングのファンショーンと意味
である。.
ほんけんきゅう
きじゅつ
;本研究は
;記述メッソドを使用する。データを集め、分析し、
それからデータの分析を訳する。本研究の対象はヨアナ・ディアニカの作
品「そばにいるよ」という小説のダイアログや記述文に使われているコード・
ミキシングである。
分析の結果から本小説でコード・ミキシングは記述文に一番多く使われるとい
うことが分かるようになる。そのコード・ミキシングのカテゴリの中で単語は
216 回(名詞、動詞、福祉、重複)、フレーズは 13 回(名詞フレーズ、動詞フ
レーズ)、文節は 1 回(名詞文節)、バスターは1回、リデュプリケーション
(重複)は1回ということが知られている。
本小説で使われる日本語コード・ミキシングはいろいろなファンショーンを持
っている。例えば、情報を伝えたり、説明をあげたり、反対を表したり、知り
たい気持ちを伝えたり、目的を表したりしている。それから意志, 命令、尊敬感、
親しみを表現している。
キーワード :コード・ミキシング, 分析, 日本, 語, 小説
Penelitian ini merupakan penelitian dalam bidang bahasa, yang sangat erat kaitannya
dengan ilmu yang disebut sosiolinguistik. C. Criper dan H.G. Widdowson, mengatakan
bahwa: “Sociolinguistics is the study of languagae in operation, its purpose is to investigate
how the conventions of language use relate to other aspects of social behavior (Pateda 2001:2).
Maksudnya, sosiolinguistik adalah studi tentang bahasa, yang bertujuan untuk menyelidiki
bagaimana konvensi penggunaan bahasa berhubungan dengan aspek lain dari perilaku sosial.
Ilmu sosiolinguistik yang dianalisa oleh penulis, adalah berupa campur kode berbahasa
Jepang yang ditemukan di dalam
novel berbahasa Indonesia. campur kode merupakan
peristiwa kebahasaan yang sering dialami masyarakat bilingual atau multilingual. Dengan
hanya memasukkan serpihan-serpihan atau bahasa kedua yang seperti kata dan frasa pada
suatu kalimat. Maka tidak sedikit orang yang kebingungan ketika mendengar atau membaca
suatu kalimat yang tersisipkan campur kode di dalamnya, karena tidak memahami benar
maksud dari campur kode tersebut.
Di sini penulis akan membahas mengenai pencampuran bahasa yang terdapat dalam
karya fiksi berupa novel. Novel merupakan cerita fiksi dalam bentuk tulisan atau kata-kata
yang menceritakan tentang kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan dan
sesamanya. Novel yang akan di bahas yaitu novel yang berjudul Soba Ni Iru Yo, karya Yoana
Dianika .
Novel Soba ni Iru Yo cukup banyak diminati para pecinta novel. Novel ini membawa
Yoana Dianika sebagai juara ke III dalam lomba 30 hari 30 buku yang diselenggarakan oleh
Bentang Belia. Novel yang berjenis novel pop ini terdapat pada ceritanya yang ringan,
dikemas dengan latar belakang Negeri Sakura dan sangat kental dengan kebudayaan
Jepangnya. Tetapi, tidak semua pembaca memahami unsur bahasa Jepang termasuk campur
kode bahasa Jepang yang disisipkan di dalam novel tersebut. Agar para pembaca dapat
memahami beberapa kata, klausa, frase dan unsur bahasa Jepang lain yang agak
membingungkan di dalam novel ini, dan para pembelajar bahasa Jepang maupun bahasa
Indonesia mendapatkan informasi mengenai ilmu sosiolinguistik khususnya campur kode
bahasa Jepang, maka peneliti memberi judul penelitian ini dengan judul “Analisis Campur
Kode Bahasa Jepang dalam Novel Soba Ni Iru Yo Karya Yoana Dianika”.
Agar pembahasan dalam penelitian tidak meluas, penulis membatasi permasalahan
dalam penelitian ini pada wujud campur kode bahasa Jepang, berapa banyak munculnya
campur kode bahasa Jepang dalam novel tersebut, serta apa saja makna dan fungsi yang
terkandung pada setiap campur kode bahasa Jepang dalam novel Soba Ni Iru Yo.
METODE
Penelitian ini berupa penelitian deskriptif, menggunakan metode kualitatif, dengan
menganalisis isi. Menurut Rahardjo dalam sebuah artikel di website-nya yang berjudul Metode
Pengumpulan Data Penelitian Kualitaif, “di dalam metode penelitian kualitatif yang
dimaksudkan dengan data adalah segala informasi baik lisan maupun tulis, bahkan bisa berupa
gambar atau foto, yang berkontribusi untuk menjawab masalah penelitian”. Desain penelitian
yaitu mengumpulkan Informasi campur kode dalam kaliamat berupa deskripsi maupun dialog
yang didapat oleh penulis bersumber dari novel Soba Ni Iru Yo karya Yoana Dianika. Lalu
menganalisa sesuai wujud, makna dan fungsinya.
1. Teknik Pengumpulan Data
Didalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu:
1. Teknik dokumentasi yaitu mencatat dan mengumpul kan data-data temuan terdapat
pada novel Soba Ni Iru Yo karya Yoana Dianika, berupa teks yang tersisipkan
campur kode bahasa Jepang didalamnya.
2. Teknik analisis, yaitu menganalisis data yang terkumpul untuk mengetahui wujud,
makna, dan fungsi dari campur kode bahasa Jepang dalam novel Soba Ni Iru Yo
karya Yoana Dianika.
2. Teknik Pengolahan Data
Untuk mendapatkan hasil analisis data yang baik, dilakukan tahapan –tahapan teknik
pengolahan data, tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan Data
Data yang dicari lalu dikumpulkan berupa campur kode bahasa Jepang dari teks yang
terdapat dalam novel Soba Ni Iru Yo
2. Mengidentifikasi data
Data yang diidentifikasi adalah berupa campur kode bahasa Jepang yang terdapat
dalam novel Soba Ni Iru Yo, dan telah dikumpulkan terlebih dahulu.
4. Menjumlahkan data
Semua campur kode bahasa Jepang yang terdapat di dalam novel Soba Ni Iru yo
dijumlahkan sehingga dapat diketahui berapa banyak sang penulis novel menyisipkan campur
kode bahasa Jepang didalam
novel karangannya. Dan dijumlahkan juga klasifikasi dari
setiwap wujud campur kode bahasa Jepang yang telah dianalisa.
3. Menganalisis data
Data yanng dianalisis berupa campur kode bahasa Jepang berdasarkan wujud, makna
dan fungsi yang terdapat pada teks dalam novel Soba Ni Iru Yo dengan menggunakan Tabel
Analisis Campur Kode. Lalu dianalisa berdasarkan wujud, makna dan fungsinya. Berikut ini
adalah contoh tabel analisis data campur kode.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel Analisis Wujud Campur Kode
Klasifikasi Wujud
No
Campur kode
1
hayaku
meishi
1
2
matte
Dooshi
1
3
-chan
meishi
4
4
natsu dayo
frasa nomina
1
5
matsuri
meishi
1
6
natsu
meishi
4
7
hanabi
meishi
6
8
okaasan
meishi
42
9
onsen
meishi
2
10
fuyu
meishi
1
11
-kun
meishi
22
12
himawari
meishi
1
13
obi
meishi
1
14
aniki
meishi
11
15
kaerimasho
dooshi
1
16
kawaii
i-keyoushi
4
17
rumput susuki
baster
1
18
obaasan
meishi
7
19
dansetsu
meishi
2
20
otousan
meishi
16
21
tanshin funin
meishi
1
Campur Kode
Jumlah
22
niichan
meishi
9
23
hontou
fukuushi
1
24
Mata ashita
frasa verbal
1
25
daisuki
na-keyoushi
1
26
fuyu
meishi
1
27
shougakkou
meishi
2
28
chuugakkou
meishi
2
29
koukousei
meishi
1
30
seifuku
meishi
1
31
ouji
meishi
16
32
gakuran
meishi
2
33
sensei
meishi
2
34
chotto
fukushi
2
35
hisashiburi
meishi
1
36
uwabaki
meishi
1
37
jaji
meishi
1
38
-san
meishi
2
39
ijime
dooshi
2
40
ocha
meishi
2
41
hanami
meishi
5
42
senpai
meishi
2
43
bentou
meishi
1
44
take no ko gohan
klausa nomina
1
45
yozakura
meishi
1
46
minna
meishi
2
47
atama ga ii
frasa adjektival
1
48
manga
meishi
4
49
manga-manga
jufuku
1
50
tsuyu
meishi
1
51
seifuku
meishi
1
52
bentou
meishi
2
53
natsu matsuri
frasa nomina
6
54
bunkasai
meishi
1
55
daijobu yo
frasa adjektival
1
56
natsu yasumi
frasa nomina
1
57
ryuugakusei
meishi
1
58
depaato
meishi
4
59
koukousei
meishi
3
60
sakubun
meishi
1
61
tori no ichi
frasa nomina
2
62
onsen
meishi
1
63
soba
meishi
1
64
kotatsu
meishi
2
65
onegai
kandooshi
1
66
shio
meishi
2
67
deguchi
meishi
1
Dari hasil penelitian, penulis menemukan 200 kalimat yang tersisipkan campur kode,
jika dijumlahkan keseluruhan timbulnya campur kode di dalam kalimat-kalimat tersebut,
terdapat sebanyak 232 campur kode. Wujud campur kode yang terdapat pada novel Soba Ni
Iru Yo berupa kata, frasa, klausa, baster dan reduplikasi. Jumlah klasifikasi wujud campur
kode yang ditemukan yaitu; kata berjumlah 216, frasa berjumlah 13, klausa berjumlah satu,
baster berjumlah satu dan reduplikasi berjumlah satu. Maka dapat dipastikan bahwa wujud
campur kode terbanyak yang ditemukan adalah berupa tataran kata (tango). Dengan jenis
campur kode yaitu Outer code mixing(campur kode keluar) karena di
dalam bahasa ibu
sebagai bahasa yang dipakai dalam novel Soba Ni Iru Yo tersisipkan beberapa campur kode
bahasa Jepang.
Berdasarkan hasil analisa, dapat diketahui pemunculan campur kode terbanyak berupa
tataran kata(tango), yaitu Okaasan, Otousan, Obaasan, Aniki, -kun, dan Ouji. Namun tidak
semua memiliki makna dan fungsi yang sama. Macam-macam fungsi yang ditemukan oleh
penulis dari hasil analisis fungsi campur kode pada novel Soba Ni Iru Yo adalah; memberikan
informasi, memberikan penjelasan, menunjukkan pertentangan, menunjukkan keingintahuan,
menyatakan suatu tujuan, menunjukkan suatu ajakan, menyatakan suatu perintah,
menghormati mitra tutur, dan menunjukan keakraban.
Dari hasil analisa menurut kedua tabel di atas, ditemukannya data campur kode dengan
kemunculan terbanyak yang memiliki wujud, makna dan fungsi yang berbeda. campur kode
tersebut adalah Okaasan, Otousan, Obaasan, Aniki, -kun, dan Ouji. Campur kode tersebut
tidak seluruhnya memiliki makna dan fungsi yang sama. Untuk campur kode Okaasan, salah
satunya terdapat pada data nomor 144 dan 145. Menurut data tersebut dilihat dari bentuk
kalimatnya, kata Okaasan memiliki makna campur kode yang berbeda walaupun wujud dan
fungsinya sama. Pada nomor 143 Ren menyebut Okaasan yang bermakna ibu dari Micchi
sedangkan pada nomor 146 Micchi menyebut okaasan yang bermakna Ibu. Dalam kedua
kalimat ini kata Okaasan termasuk kedalam kelas kata yaitu meishi(nomina).
Kata Otousan pada kode nomor 153 dan 154 memiliki wujud dan fungsi yang sama
yaitu berwujud tango(kata) dengan kelas kata meishi(nomina) dan berfungsi dalam kalimat
yaitu memberikan informasi. Namun dilihat dari kedua kalimat tersebut terdapat perbedaan
makna dalam kata Otousan, pada nomor 150 bermakna “ayahku” bagi Ren sedangkan pada
nomor 153 bermakna “ayah” untuk umum.
Untuk akhiran -kun, salah satunya terdapat pada data nomor 179 dan 186. Menurut
data tersebut jika dilihat dari bentuk kalimatnya, akhiran -kun pada Ren-kun termasuk kedalam
kelas kata meishi(nomina) ini memiliki wujud dan makna yang sama, namun fungsi yang
berbeda yaitu fungsi pada nomor 179 menunjukkan keakraban, sedangkan pada nomor 186
memberikan pernyataan.
Dilihat dari dua contoh kalimat yang disisipkan campur kode Aniki yaitu pada kode
nomor 140 dan 197, Aniki di dalam kedua contoh tersebut memiliki wujud dan makna yang
sama, yaitu tango(kata) dengan kelas kata meishi(nomina) dan bermakna panggilan “kakak”
untuk laki-laki. Sedangkan fungsinya pada nomor 140 untuk memberikan penjelasan dan pada
nomor 197 untuk memberikan pernyataan.
Sedangkan untuk kata Obaasan yang juga memiliki perbedaan fungsi dapat dilihat
pada data di nomor 141 dan 148, dalam kedua kalimat ini kata Obaasan memiliki wujud dan
makna yang sama yaitu tango(kata) dengan kelas kata meishi(nomina) dan bermakna nenekku
bagi Micchi. Dilihat dari kalimatnya dapat dipahami fungsi kata Obaasan yang terdapat pada
nomor 141 yaitu memberikan informasi dan pada nomor 148 berfungsi memberikan
pernyataan.
Ouji, menurut cerita di novel, adalah panggilan untuk Ren di sekolah. Kata Ouji
tersisipkan sebagai campur kode yang berwujud Tango(kata) dengan kelas kata
meishi(nomina) yang bermakna pangeran. Namun tidak semua kalimat yang tersisipkan
campur kode Ouji berfungsi sama. Dilihat dari kedua contoh yang terdapat pada data nomor
64 dan 65, pada kalimat nomor 64 berfungsi sebagai informasi, dan pada nomor 66 berfungsi
memberikan penjelasan dari informasi yang ada pada nomor 64.
Dilihat dari kemunculan campur kode terbanyak yaitu Okaasan, Otousan, Obaasan,
Aniki, -kun, dan Ouji yang berwujud kata dengan kelas kata yaitu nomina. Campur kode
tersebut merupakan identitas sosial yang berada di lingkungan sosial yaitu negara Jepang,
karena novel Soba Ni Iru Yo berlatarkan negara Jepang. menurut Chaer dan Agustina (2004:
6) karena tempat peristiwa tutur terjadi dapat pula mempengaruhi pilihan kode dan gaya
bertutur. Mungkin oleh karena itu penulis novel menyisipkan identitas sosial sebagai campur
kode terbanyak.
Adanya berbagai fungsi yang terdapat di dalamnya menunjukan bahwa setiap bentuk
komunikasi manusia memiliki fungsi yang berbeda-beda karena tidak semua perkataan atau
pendeskripsian manusia di dalam komunikasinya memiliki maksud yang sama.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dari data penelitian yang telah dilakukan, penulis dapat
menyimpulkan bahwa:
1. Campur kode merupakan, pemakaian satu bahasa atau lebih dalam suatu tuturan dengan
saling memasukkan unsur-unsur bahasa seperti kata, baster frase dan klausa kedalam
bahasa atau suatu wacana.
2. Peristiwa campur kode bahasa Jepang dalam novel Soba Ni Iru Yo berupa campur kode
keluar atau biasa disebut Outer Code Mixing.
3. Campur kode bahasa Jepang dalam novel Soba Ni Iru Yo berbentuk dialog sering disisipkan
dalam situasi informal, misalnya yang terdapat didalam tabel 2.3 nomor 123 “Minna, ayo
pergi ke natsu matsuri lusa”.
4. Ditemukan sebanyak 224 kalimat yang disisipkan campur kode berbahasa jepang. Campur
kode yang disisipkan dalam kalimat berupa dialog berjumlah 69 data, dan campur kode
yang disisipkan dalam kalimat berupa deskripsi berjumlah 155 data.
5. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi adanya
campur kode yaitu:
a. Isi novel yang berlatar belakang negara Jepang.
b. Panggilan teruntuk mitra tutur atau orang ketiga yang sudah terbiasa menggunakan
bahasa Jepang.
c. Dikarenakan novel Soba Ni Iru Yo merupakan novel berbahasa Indonesia, maka
mayoritas yang membaca novel tersebut adalah masyarakat Indonesia yang belum tentu
mahir berbahasa Jepang, oleh karena itu campur kode yang disisipkan lebih banyak
mengenai bahasa lisan sehari-hari dengan makna yang mudah dipahami dan mudah di
ingat.
6. Ditemukan beberapa wujud campur kode bahasa Jepang beserta klasifikasinya yaitu,
kata(tango) berjumlah 209 dengan klasifikasinya yaitu (meishi, dooshi, fukushi, jufuku),
frasa(ku) berjumlah 12 dengan klasifikasinya yaitu (frasa verba dan frasa nomina),
klausa(setsu) berjumlah satu dengan klasifikasinya yaitu (klausa nomina), baster berjumlah
satu dan reduplikasi(jufuku) berjumlah satu.
7. Wujud campur kode bahasa Jepang terbanyak yang ditemukan adalah berupa tataran kata
(tango).
8. Didalam novel Soba Ni Iru Yo, Identitas sosial merupakan campur kode yang paling
banyak disisipkan, diantaranya yaitu Okaasan, Otousan, Obaasan, Aniki, -kun, dan Ouji.
9. Fungsi yang terdapat pada data campur kode bahasa Jepang dalam novel Soba Ni Iru Yo
yaitu memberikan informasi, memberikan penjelasan, menunjukkan pertentangan,
menunjukkan keingintahuan, menyatakan suatu tujuan, menunjukkan suatu ajakan,
menyatakan suau perintah, menghormati mitra tutur, dan menunjukkan keakraban.
1. はじめに
本研究は言語学分野に対しての研究であり、社会言語学には関係が強く持っ
ている。 C. Criper と H.G. Widdowson は “Sociolinguistics is the study of languagae in
operation, its purpose is to investigate how the conventions of language use relate to other
aspects of social behavior (Pateda 2001:2)と伝えました。それは、社会学は言語につ
いての勉強であり、目的は言語と社会行為の関係を調べることである。
本研究で分析している社会言語学はインドネシア語の小説に使われる日本語
のコード・ミキシングである。コード・ミキシングは「バリンガル」や「マルチ
リンガル」の社会によく起こっている現象である。例えば、第二語の単語やフレ
ーズや文を入れることである。そのうえ、コード・ミキシングを使っているもの
を聞いたり、読んだりしている時、意味がよく分からない人も少なくはないだろ
う。
本研究で筆者は小説の形を持っているフィクション作品を分析するつもりで
ある。小説とは、人間を主にその人間と人間や人間と環境のインターアクション
を語って、書いたフィクションということである。本研究で分析する小説はヨア
ナ・ディアニカの作品『そばにいるよ』という小説である。
『そばにいるよ』は読者の中でかなり流行っている。本小説はヨアナ・ディ
アニカを Bentang Belia(ブンタング・ブリア)に行われた「30 hari 30 buku」(30
日 30 冊本)という競争で優勝者にさせる小説である。本小説の特徴はその軽いス
トリーと「桜の国」の日本と日本の日常生活がセッティングにすることである。
しかし、本小説に使われているコード・ミキシングが分からない読者もいるだろ
う。読者が本小説にあるややこしい単語、文節、フレーズなどをちゃんと分かる
ように、それから日本語の学習者が日本語でのコード・ミキシングについて情報
をもらえるように、本研究を行っている。
本研究の範囲があまり広くないように、筆者は研究の問題を制限を決めること
にする。それは本小説に使われるコード・ミキシングとそのコード・ミキシング
の形・カテゴリ、それからそのコード・ミキシングのファンショーンと意味であ
る。
2. 研究の目的
本研究の目的は対象小説のダイアログや記述文などにどれぐらいのコード・
ミキシングが使われるかを知られているようになることである。なので、本研究
では対象小説にどのようなコード・ミキシングが使われるのだろうかを調べてい
る。
3. 研究方法
研究は言語をテーマにし、記述研究方法を使っている。源データのタイプは
数じゃなく、使われるコード・ミキシングである。なので、本研究は定性研究と
呼ばれている。
Rahardjo の ホ ー ム ペ ー ジ 記 事 『 定 性 研 究 の デ ー タ 集 ま り 方 法 ( Metode
Pengumpulan Data Penelitian Kualitaif)』によると、「定性研究のデータとは研究
の問題を解決できる情報、全部、話し言葉や書き言葉、それから絵や写真なども
データとして考えられる。」。本研究のための情報はヨアナ・ディアニカの作品
『そばにいるよ』という小説と他の本研究と関係本か記事から集めている。
4. データ分析の結果
研究の結果により、200 文がコード・ミキシングを使っている。そこで 232
コード・ミキシングの数を見つけられる。『そばにいるよ』という小説の中で単
語、フレーズ、文節、バスター、リデュプリケーションというコード・ミキシン
グのカテゴリに分けられる。そのカテゴリの中で単語で 216 回、フレーズで 13 回、
文節で 1 回、バスターで1回、リデュプリケーションで1回ということが知られ
ている。という訳で、コード・ミキシングは単語で一番多く使っている。それか
ら、コード・ミキシングのタイプは『アウター・コード・ミキシング(外にのコ
ード・ミキシング)』ということが対照している。なぜかというと、インドネシ
ア語を母語とする『そばにいるよ』という小説に日本語のコード・ミキシングを
入れている。
本小説でコード・ミキシングは「Okaasan」、「Otousan」、「Obaasan」、
「Aniki」、「~Kun」、「Ouji」という単語で一番多く使っている。であるが、そ
れぞれのアイテムは同じ意味とファンショーンを持っていない。本小説で使われ
る日本語コード・ミキシングはいろいろなファンショーンを持っている。例えば、
情報を伝えたり、説明をあげたり、反対を表したり、知りたい気持ちを伝えたり、
目的を表したりしている。それから意志, 命令、尊敬感、親しみを表現している。
5. 説明
コード・ミキシングを一番多く使っている単語は「名詞」である。例えば、
「Okaasan」、「Otousan」、「Obaasan」、「Aniki」、「~Kun」、「Ouji」であ
る。『そばにいるよ』という小説の場面は日本で起こるので、その単語は日本の
社会アイデンティティを表す単語である。Chaer と Agustina (2004: 6)によると、会
話場面の場所は会話のコードやスタイルを係っている。なので、小説の筆者は社
会アイデンティティを一番多く入れているだろうかと思う。
その中の重なっている部分があるということで、人間のコミュニケーション
では人は同じ目的を持っていないので、様々なファンショーンが出てくる。
6. まとめ
コード・ミキシングとは二言語以上の言葉を同時に交差し、単語やフレー
ズや文節などに使用することである。
本研究の調査により、『そなにいるよ』という小説でのコード・ミキシング
は非公式的な場合に一番多く使われる。例えば、「Minna, ayo pergi ke natsu matsuri
lusa」――「みんな、あさって夏祭りに行こう」(1.2 表-122 番)である。この現
象は『アウター・コード・ミキシング(外にのコード・ミキシング)』と呼ばれ、
自国語や自民族語に外国語の要素を入れる現象である。本小説は日本語や英語の
要素を入れるインドネシア語の小説なので、この現象が起こっている。
分析の結果から本小説でコード・ミキシングは記述文に一番多く使われると
いうことが分かるようになる。そのコード・ミキシングのカテゴリの中で単語は
209 回(名詞、動詞、福祉、重複)、フレーズは 12 回(名詞フレーズ、動詞フレ
ーズ)、文節は 1 回(名詞文節)、バスターは1回、リデュプリケーション(重
複)は1回ということが知られている。
本小説で使われる日本語コード・ミキシングはいろいろなファンショーンを
持っている。例えば、情報を伝えたり、説明をあげたり、反対を表したり、知り
たい気持ちを伝えたり、目的を表したりしている。それから意志, 命令、尊敬感、
親しみを表現している。
本小説でコード・ミキシングは記述文に多く使われる。なぜかというと、。
『そばにいるよ』という小説の場面は日本で起こり、相手などの呼び方は日本語
で使うのがもう慣れているらしいである『そばにいるよ』という小説はインドネ
シア語を使うので、当然のように読者はあまり日本語が分からないインドネシア
人である。そういうわけで、コード・ミキシングが覚えやすい日常会話に使って
いる。
慫慂
本研究に基づいて、コード・ミキシングについてほかの研究が行たら嬉しく思
う。それから、同じタイプの作品を分析できたら、すごく言語学、主に社会言語学に
対して役に立つと思う
『そばにいるよ』という小説は日本語の授業では教材にすることもいいことだ
と思う。なぜなら、日本語やインドネシア語の学習ではどれくらい役に立つのが分か
るようになると思う。
本研究では欠点がまだまだ多いのが筆者は分かっているので、次の研究はこれ
より上達できると期待している。
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, A & Agustina, L. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: RINEKA CIPTA
Dianika, Yoana. 2012. Soba Ni Iru Yo. Jakarta: Ksaint Blanc
Pateda, Mansoer. 2001. Sosiolinguistik. Gorontalo: Angkasa
Rahardjo, Mudjia. 2011. “Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif”.
http://mudjiarahardjo.uin-malang.ac.id/materi-kuliah/288-metode-pengumpulan-datapenelitian-kualitatif.html. Diakses tanggal 10 Juni 2013
Author
Document
Category
Uncategorized
Views
1
File Size
438 KB
Tags
1/--pages
Report inappropriate content