download

Matakuliah
Tahun
Versi
: S0114 / Rekayasa Struktur
: 2006
:1
Pertemuan 19
Flexibility Method
1
Learning Outcomes
Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa
akan mampu :
• Mahasiswa dapat membuat diagram /
skema untuk analisa struktur portal kaku
dengan flexibility method
2
Outline Materi
• Analisa rangka batang
• Analisa portal
3
METODE FLEXIBILITAS PADA RANGKA
BATANG STATIS TERTENTU
(2D TRUSS)
Rangka batang disini adalah statis tertentu dan
step perhitungan sbb:
a. Menentukan systim koordinat untuk struktur
b. Transformasi gaya luar menjadi gaya dalam
dengan menghitung matrix (b) yaitu besar gayagaya batang akibat gaya virtuil sebesar 1 satuan
pada arah sesuai systim koordinat
c. Hubungan deformasi dan gaya dalam dengan
menghitung matrix () dari setiap elemen atau
batang dimana jumlah elemen = jumlah
batangnya.
4
Diperoleh dari masing – masing elemen akibat
bekerjanya gaya dalam = 1(axial) yaitu = dimana
L = panjang batang
A = Luas penampang batang
d. Menghitung Matrix (a)=(b)T()(b)
e. Dari sini dapat dihitung lendutan = ()
f. Dan besar gaya-gaya batang dapat diketahui dari {P} =
(b) {F}
Aplikasi metode Fleksibilitas pada rangka batang statis
tertentu
Rangka batang dibebani gaya 5t dan 10t seperti gambar
5
Berapa besar gaya-gaya batang dan len dutan
horizontal di B akibat gaya-gaya tsb!
A
5t
5
lot
B
3
2
4
1
C
D
5
1
2
l
2
3
3
1 4
Systim koordinat
Menentukan (b) dengan memberi gaya virtuil di
arah systim koordinat = 1 satuan
6
1
5
3
2
0
0 
 0


0
0 
 0
b    1,25 0 1,25 
  0,75  1  0,75 
 1
0
0  5  3

4
1
1
1
5
3
2
1
1
1
4
1
5
1
3
2
4
1
Akibat
Idem
Idem
gaya virtuil
diarah 3
diarah
2
= 1 satuan
diarah
koordinat 1
4

0
l
1 
  

0
AE AE 
0
0

0 0 0 0

3 0 0 0
0 5 0 0

0 0 3 0
0 0 0 4  5  5
7
a   b T  b  
0
4
 0


3
0  0
0
 0 0 1,25  0,75  1


 1,25
 0 0 0
1
0
5
0


 0 0 1,25  0,75 0 
0
3   0,75  1



4   1
0
  0
0
0 


0
0
6
,
25

2
,
25

4
2
0  _

 0


 0 0
 1,25
  _
0

3
,
0
0
0
1
,
25


 
 0 0 1,25  2,25 0   0,75  1  0,75   _



 1

0
0 
   aF 

_ _

 _ _
_ _

_ 
 
 _ 
_ 
 


0 
1,25 

 0,75 
0 
0
_
_
_
_

_
_  3  3
_  5 
 
_ 10
_  0 
lendutan horizontal di B = 3
8
P  bF 
0
0 
 0


0
0 
5
 0
 
  1,25
0
1,25 
10


 0  3 1
  0,75  1  0,75 
 
 1

0
0 5 3

_ 
 
 _ 
_  3  1
 
gaya-gaya batang = P1, …. P5
9