Matakuliah Tahun : S0084 / Teori dan Perancangan Struktur Beton : 2007 KAPASITAS PENAMPANG AKIBAT LENTUR MURNI PADA TULANGAN GANDA Pertemuan 07 Learning Outcomes Mahasiswa akan dapat menjelaskan kapasitas penampang akibat lentur murni untuk tulangan ganda Bina Nusantara Outline Materi Kapasitas Penampag pada Kondisi Tulangan Tarik dan Tekan Leleh Kapasitas Penampang pada Kondisi Tulangan Tarik leleh dan Tulangan tekan Tidak leleh Kapasitas Penampag pada Kondisi Tulangan Tarik dan Tekan Tidak Leleh Bina Nusantara KONDISI KERUNTUHAN PENAMPANG Dalam analisis balok tulangan rangkap, ada 3 kondisi keruntuhan penampang yang mungkin terjadi (1) Kondisi Tulangan Tarik dan Tekan Leleh (2) Kondisi Tulangan Tarik leleh & Tulangan tekan Tidak leleh (3) Kondisi Tulangan Tarik dan Tekan Tidak Leleh Bina Nusantara DIAGRAM TEGANGAN-REGANGAN 0.85 fc' b e = 0 . 003 c Cc 1/2 a a= c c Garis Netral d d-1/2 a h As Ts e e s Penampang Balok (a) Bina Nusantara y Diagram regangan (b) Diagram tegangan (c) Gaya-gaya (d) TULANGAN TARIK DAN TEKAN LELEH (1). Lokasi garis Netral (c) Lokasi garis netral didapat berdasarkan keseimbangangaya arah Horisontal pada penampang dengan mengasumsikan tegangan pada tulangan tarik dan tekan sama dengan tegangan leleh fy H = 0 C c C s Ts = 0 0.85 f c' 1 c b A' s f y As f y = 0 c= Bina Nusantara As A' s f y 0.85 f c' b TULANGAN TARIK DAN TEKAN LELEH (2). Pemeriksaan Asumsi Keruntuhan Asumsi tegangan pada tulangan tarik dan tekan sama dengan tegangan leleh fy harus diperiksa dengan menghitung regangan yang terjadi pada kedua tulangan Regangan pada Tuangan Tarik es d c harus lebih besar dari = 0.003 c fy Es Regangan pada Tuangan Tekan es Bina Nusantara c d ' harus lebih besar dari = 0.003 c fy Es TULANGAN TARIK DAN TEKAN LELEH (3). Kapasitas Momen Penampang (Mn) Kapasitas Momen penmapang dihitung dengan menghitung statis momen terhadap sembarang titik di penampang. Misalnya terhadap lokasi tulangan tarik. c ' M n = Cc d As f y d d ' 2 1 c ' ' M n = 0.85 f c b 1 c d As f y d d ' 2 Bina Nusantara TULANGAN TARIK LELEH TULANGAN TEKAN (1). Lokasi garis Netral (c)BELUM Lokasi garis netral didapat berdasarkan keseimbangangaya arah Horisontal pada penampang dengan mengasumsikan tegangan pada tulangan tarik sama dengan tegangan leleh fy dan tegangan pada tulangan tekan sama dengan f’s H = 0 C c C s Ts = 0 0.85 f c' 1 c b A' s f ' s As f y = 0 c= As f y As' f s' 0.85 f c' 1 * b Dimana f s' = e s' E s e s' = 0.003 Bina Nusantara c d ' c c d ' E f s' = 0.003 c TULANGAN TARIK LELEH TULANGAN TEKAN BELUM Jika dilai f’s dimasukkan ke dalam persamaan untuk menghitung nilai c akan didapat persamaan kuadrat c= As f y As' 0.003 c d ' E c s 0.85 f c' b 0.85 f c' 1 b c 2 0.003 * E s As' c 0.003 E s As As f y = 0 Lokasi garis netral dapat di tentukan dengan rumus ABC Bina Nusantara TULANGAN TARIK LELEH TULANGAN TEKAN BELUM (2). Pemeriksaan Asumsi Keruntuhan Asumsi tegangan pada tulangan tarik sama dengan tegangan leleh fy dan pada tulangan tekan belum mencapai tagangan leleh harus diperiksa dengan menghitung regangan yang terjadi pada kedua tulangan Regangan pada Tuangan Tarik e s = 0.003 d c harus lebih besar atau sama dengan c fy Es Regangan pada Tuangan Tekan c d ' harus lebih kecil dari e ' s = 0.003 c Bina Nusantara fy Es TULANGAN TARIK LELEH TULANGAN TEKAN BELUM (3). Kapasitas Momen Penampang (Mn) Kapasitas Momen penampang dihitung dengan menghitung statis momen terhadap sembarang titik di penampang. Misalnya terhadap lokasi tulangan tarik. c ' M n = Cc d As f ' s d d ' 2 1 c ' ' M n = 0.85 f c b 1 c d As f ' s d d ' 2 Bina Nusantara TULANGAN TARIK DAN TULANGAN TEKAN BELUM LELEH (1). Lokasi garis Netral (c) Lokasi garis netral didapat berdasarkan keseimbangangaya arah Horisontal pada penampang dengan mengasumsikan tegangan pada tulangan tarik dan tulangan tekan lebih kecil dari tegangan leleh fy H = 0 C c C s Ts = 0 0.85 f c' 1 c b A' s f ' s As f s = 0 As f s As' f s' c= 0.85 f c' 1 * b Bina Nusantara TULANGAN TARIK DAN TULANGAN TEKAN BELUM LELEH Dimana f s = e s Es e s = 0.003 d c c d c E f s = 0.003 s c f s' = e s' E s e s' = 0.003 c d ' c c d ' ' f s = 0.003 E c Bina Nusantara TULANGAN TARIK DAN TULANGAN TEKAN BELUM LELEH Jika dilai fs dan f’s dimasukkan ke dalam persamaan untuk menghitung nilai c akan didapat persamaan kuadrat c= As d c 0.003 E c s A ' s c d ' 0.003 E c s 0.85 f c' b Lokasi garis netral dapat di tentukan dengan rumus ABC Bina Nusantara TULANGAN TARIK DAN TULANGAN TEKAN BELUM LELEH (2). Pemeriksaan Asumsi Keruntuhan Asumsi tegangan pada tulangan tarik sama dengan tegangan leleh fy dan pada tulangan tekan belum mencapai tagangan leleh harus diperiksa dengan menghitung regangan yang terjadi pada kedua tulangan Regangan pada Tuangan Tarik es d c = 0.003 harus lebih kecil dari c fy Es Regangan pada Tuangan Tekan c d ' harus lebih kecil dari e ' s = 0.003 c Bina Nusantara fy Es TULANGAN TARIK DAN TULANGAN TEKAN BELUM LELEH (3). Kapasitas Momen Penampang (Mn) Kapasitas Momen penampang dihitung dengan menghitung statis momen terhadap sembarang titik di penampang. Misalnya terhadap lokasi tulangan tarik. c ' M n = Cc d As f ' s d d ' 2 c ' M n = 0.85 f c' b 1 c d 1 As f ' s d d ' 2 Bina Nusantara
© Copyright 2026 Paperzz