Matakuliah: H0142/Sistem Pengaturan Lanjut Tahun : 2005 Versi : <<versi/revisi>> Pertemuan 7 Decomposition Programming digital controller 1 Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : • Mahasiswa dapat Menghasilkan perhitungan rancangan kontroler digital 2 Outline Materi • • • • • Direct programming Series programming Standard Programming Parallel programming Ladder programming 3 DEKOMPOSISI SISTEM DISKRET Pada sistem diskret sering dijumpai adanya konfigurasi ataupun struktur yang dianggap rumit untuk di analisa . Untuk maksud memudahkan analisisnya maka dilakukan penyederhanaan blok sistem diskret yang berasal dari Fungsi alih Pulsa ataupun diagram blok sistem diskret 4 Kontroler digital dan Filter digital Bentuk umum FAP (fungsi Alih Pulsa) antara output Y(z) dengan input X(z) adalah: Y( z ) B 0 B1z 1 B 2 z 2 . . . . B k z m G( z ) X( z ) 1 A1z 1 A 2 z 2 . . . A n z n 5 Struktur kontroler digital Ada 2 tipe struktur realisasi kontroler digital yaitu: 1. Direct Programming 2. Standard Programming 3. Ladder programming 6 Untuk sistem dengan FAP orde tinggi, perlu dekomposisi strukturnya utk menghindari problem koefisien sensitivitas. Pendekatan untuk proses dekomposisi struktur: 1. Series programming 2. Parallel Programming 3. Ladder programming 7 Fungsi Alih Pulsa untuk PID kontroler ditulis sbb: GD (K P K I K D ) (K P 2K D )z 1 K D z 2 1 z 1 B 0 B1z 1 B 2 z 2 1 A1z 1 A 2 z 2 dengan A1 1 , A 2 0 B0 K P K I K D B 1 ( K P 2K D ) B2 K D 8 Struktur kontroler digital Ada 2 tipe struktur realisasi kontroler digital yaitu: 1. Direct Programming 2. Standard Programming 3. Ladder programming 1. Structure Direct Programming Pada struktur ini sistem mempunyai n buah pole dan m buah zero. Y( z ) B 0 B1z 1 B 2 z 2 . . . . B k z m G( z ) X( z ) 1 A1z 1 A 2 z 2 . . . A n z n 9 Persamaan output dibentuk sbb: Y( z ) a1z 1Y( z ) a 2 z 2 . . . a n z n b 0 X( z ) b1z 1 b 2 z 2 . . Contoh: direct programming . . . b m z m Y ( z ) 2 0.6 z 1 G( z ) X ( z ) 1 0.5 z 1 Y ( z ) (1 0.5 z 1 ) X ( z) (2 0.6 z 1 ) Y ( z ) 0.5 z 1Y ( z ) 2 X ( z ) 0.6 z 1 X ( z ) 2 z-1 0.3 0.5 z-1 10 + diperlukan sejumlah (n + m ) elemen delay yaitu z-1 11 2. Standard Programming: Y ( z ) 2 0.6 z 1 G( z ) X ( z ) 1 0.5 z 1 G( z) Y ( z) Y ( z) H ( z) 2 (1 0.3z 1 ) . X ( z) H ( z) X ( z) (1 0.5 z 1 ) H ( z) 2 . X ( z) (1 0.5 z 1 ) Y ( z) (1 0.3z 1 ) H ( z) 12 Standard Programming: z-1 0.3 z-1 2 0.5 2 z-1 3 0.5 13 Ladder Programming: Y ( z ) 2 0.6 z 1 2 z 0.6 1.6 1 G( z ) 2 2 1 X ( z ) 1 0.5 z 1 z 0.5 z 0.5 0.625 z 3.2 1 G1( B )( z ) 0.625 z 1 3.2 2 z-1 -1.6 - -0.3125 14 Penutup Ada 3 tipe struktur realisasi kontroler digital yaitu: • Direct Programming lebih banyak membutuhkan elemen delay daripada Standard Programming • Standard Programming yang secara akademik lebih baik (bukan pertimbangan praktis) • untuk menghindari problem koefisien sensitivitas. Ini dilakukan dengan mengembangkan pulse transfer function G(z) menjadi bentuk metode programming yaitu Ladder programming 15
© Copyright 2026 Paperzz