Matakuliah Tahun : I0184 – Teori Statistika II : 2009 UJI SATU NILAI TENGAH DAN RAGAM Pertemuan 11 Materi Pokok 11 UJI SATU NILAI TENGAH DAN RAGAM 1. Galat 1 dan Galat 2 Uji Nilai Tengah Pada pengujian hipotesis, akan keputusan apakah akan menolak atau menerima Hipotesis H0 dan untuk melakukannya perlu untuk memisahkan ruang contoh atas dua bagian misalnya C dan C1, jika (X1, X2, …., Xn ) C, tolak H0 maka (X1, X2, …., Xn ) C1 terima H0. Wilayah penolkan H0 adalah wilayah C merupakan wilayah kritik. Jika (X1, X2, …., Xn ) C bila H0 benar dan penolakan Ho padahal H0 benar disebut tipe galat 1 dan jika (X1, X2, …., Xn ) C bila H1 benar, maka penerimaan H0 padahal H1 2 benar merupakan tipe galat 2. Tipe Galat 1 = dan tipe Bina Nusantara University = P[(X1, X2, …., Xn) C; H0] adalah peluang bahwa (X1, X2, ….,Xn) jatuh di C bila H0 benar dan = P[(X1, X2, …., Xn) C1; H1] adalah peluang penerimaan H0 bila H0 salah, misalnya : n 16, C X : X 53 , X ~ N50, 36 Maka X ~ N50, 36 16 bila H 0 benar dan X ~ N55, 36 16 bila H1 benar X - 50 53 - 50 α PX 53; H 0 P ; H0 64 64 1 - Φ 2 0,0228 dan X - 55 53 - 55 β PX 53; H1 P ; H1 64 64 4 Φ 1 - 0,9087 0,0913 3 Bina Nusantara University 3 _ f (X ) 0,2 H0 H1 0,1 0 45 50 55 60 Gambar. Fungsi Kepekatan X pada H0 dan H1 Bina Nusantara University 4 Contoh 11.1. Peubah Acak X menyebar normal dengan nilai tengah dan ragam 2 = 100. Pada Pengujian hipotesis H0 : = 60, H1= > 60 diambilx contoh acak dan nilai tengah x 62,75 dengan n = 52 nilai tengah . Tentukan nilai p. Jawaban : Nilai p Px 62,75 ; μ 60 x - 60 62,75 - 60 P ; μ 60 10 52 10 52 62,75 - 60 1- Φ 1 - Φ 1,983 0,0237 10 52 p 0,0237 0,05 tolak H 0 : μ 60 Bina Nusantara University 5 2. Hipotesis dan Wilayah Kritik Uji Nilai Tengah Dengan Ragam Diketahui H0 H1 = 0 > 0 = 0 < 0 = 0 0 Wilayah Kritik Z Zα atau x μ 0 Zα σ n Z - Zα atau x μ 0 Zα σ n Z Zα 2 atau x μ 0 Zα 2 σ n 3. Hipotesis dan wilayah kritik uji nilai Tengah dengan ragam tidak diketahui H0 H1 = 0 > 0 = 0 < 0 t t n - 1 atau x μ 0 t n - 1 s n α α t - t n - 1 atau x μ 0 t n - 1 s n = 0 t t Bina Nusantara University 0 Wilayah Kritik α α 2n - 1 α atau x - μ 0 t α 2n - 1 s n 6 Statistik Uji T x -μ S2 n x -μ S2 n Untuk n 30 statistik uji Z x -μ 2 S n x -μ S2 n sama pada no. 2 di atas tetapi σ diganti dengan S. Contoh 11.2 Misalkan X (milimiter) adalah pertumbuhan tumor setelah 15 hari diinjeksikan pada percobaan tikus. Asuransi X ~ N(µ, 2). Hipotesis H0 : µ = µ0 = 4,0 vs H1: µ 4,0. Jika n = 9 dan taraf nyata = 0,10 maka wilayah kritik x - 4,0 t t α 2 8 1,860 S 9 Jika hasil pengamatan n 9, x 4,3 dan S 1,2 maka : Bina Nusantara University 7 4,3 - 4,0 t 0,75, t 0,75 1,860 1,2 9 sehingga H 0 tidak dapat ditolak. Nilai P = P(|T| 0,75) = 2 P (T 0,75), pada tabel + dengan derajat bebas dan tidak terdapat nilai 0,75 yang ada 0,706 sebagai penggantinya. 2pmenolak Pkita T tidak 0,706dapat T 0,706H0: 0,50 Dengan p = p0,50 = 4,0 Hipotesis dan H 0 :Wilayah σ 2 σ 02 Kritik Uji Ragam 4. Hipotesis Teorema 11.1. Misalkan S2 sebagai ragam contoh yang dihitung pada pengematan dari sebaran 2 2 2 normal dengan nilai tengah dan 2. Ambil χ n - 1 S σ 0 Bina Nusantara University 8 a) Uji H 0 : σ 2 σ 02 lawan H1 : σ 2 σ 02 pada taraf nyata α, menolak H 0 2 2 σ χ n - 1 jika χ 2 χ α2 n - 1 atau S2 0 α n -1 2 2 2 2 b) Uji H 0 : σ σ 0 lawan H1 : σ σ 0 pada taraf nyata α, tolak H 0 2 2 σ χ1 - α n - 1 2 2 2 0 jika χ χ α, n - 1 atau S n -1 c) Uji H 0 : σ 2 σ 02 lawan H1 : σ 2 σ 02 pada taraf nyata α, tolak H 0 2 2 σ χ1 - α n - 1 2 2 2 0 jika χ χ α, n - 1 atau S n -1 Bina Nusantara University 9 Contoh 11.3. Diketahui n 23, α 0,05, H 0 σ 2 100, H1 : σ 2 100, Statistik χ 2 n - 1 S2 σ 02 22 S2 100 Pada tabel χ 2 diperoleh : 2 2 22 10,98 dan χ 0,025 22 36,78 χ 0,975 H 0 ditolak jika : 22 S2 100 10,98 χ 10,98 S2 100 22 2 S2 49,91 atau 22 S2 2 100 36,78 χ 36,78 S 100 22 2 S2 167,18 Bina Nusantara University 10 Jika S2 = 147,82 maka H0 tidak dapat ditolak karena : 49,91 < S2 = 147,82 < 167,18 dan dengan 2 22 147,82 χ 32,52 100 10,98 < 2 = 32,52 < 36,78. Nilai p = 2[P( 32,52)] [P( 32,52)] = Nilai p untuk H1 : 2 > 100 , = 22 S2/100 Pada tabel 2 (22) dapat diperoleh P( 30,81) = 0,10 dan P( 33,92) = 0,05 0,05 < Nilai p = P( 32,52) 0,10 sehingga untuk 2[P( 32,52)] diperoleh 0,10 < Nilai p < 0,20. Bina Nusantara University 11
© Copyright 2026 Paperzz