download

Kasus pert 23-24
Buku :
Perilaku Organisasi
Stephen robbins
Hal : 578
Bina Nusantara
• Mallory Murray tidak memiliki banyak pengalaman bekerja sebagai
bagian dari tim. Seorang tamatan baru dari University of Albania,
program bisnisnya terfokus terutama pada proyek-proyek dan
prestasi individual. Sedkit pengalamannya dengan tim adalah dalam
kuliah perilaku organisasi, riet pemasaran, dan perumusan strategi.
Ketika dia melakukan wawancara dengan ThinkLink, sebuah
perusahaan piranti lunak pendidikan yang berasal dari Florida, dia
tidak
Bina Nusantara
• Memberikan banyak perhatian pada fakta bahwa ThinkLink
menggunakan secara ekstensif tim silang fungsional. Selama
wawancara ditempat, dia memberitahu para pewawancara dan
juga manajer bahwa dia memiliki pengalaman terbatas tentang
tim. Namun dia memberitahu mereka bahwa dia bekerja baik
dengan orang dan berpikir bahwa dia dapat menjadi pemain tim
yang efektif. Sayangnya , Mallory Murray ternyata keliru.
Bina Nusantara
• Mallory bergabung dengan ThinkLink sebagai seorang asisten manajer
pemasaran untuk program inti sekolah menengah perusahaan. Ini pada
hakekatnya merupakan program-program piranti lunak yang dirancang untuk
membantu mahasiswa belajar aljabar dan ilmu ukur. Bos Mallory adalah adalah
Lin Chen (manajer pemasaran). Anggota tim lainnya yang dengannya dia
sekarang bekerja sama antara lain adalah Todd Schlotsky (programer senior),
Lauran Willow (periklanan), Joyce Rothman ( salah satu pendiri ThinkLink, yang
sekarang hanya bekerja paruh waktu diperusahaan.
Bina Nusantara
Mantan guru matematika SLA, pemimpin formal dari proyek ini ) dan
Harlow Gray (konsultan pendidikan).
Setelah minggu pertama bekerja, Mallory secara serius berpikir
untuk berhenti.
” Saya tak pernah membayangkan betapa
sulitnya bekerja sama dengan orang yang begitu teropini dan
bersaing”. Setiap keputusan tampaknya harus merupakan satu
kontes kekuatan.
Bina Nusantara
Sean, Joyce dan Harlow adalah yang yang terutama menyusahkan.
Sean berpikir bahwa peringkatnya membuat dia berhak untuk
memberikan kata terakhir. Joyce beranggapan bahwa opiniopininya akan membawa bobot lebih besar karena dia adalah salah
satu instrument dalam pendirian perusahaan. Dan Harlow
memandang setiap orang sebagai kurang berpengetahuan
dibanding dengan dirinya.
Bina Nusantara
• Karena dia berkonsultasi dengan sejumlah perusahaan perangkat
lunak dan rayon-rayon sekolah, Harlow “mengetahui semuanya.”
Lebih buruk lagi, Lin adalah seorang yang pasif dan pendiam. Dia
jarang bersuara tinggi dalam pertemuan-pertemuan dan
tampaknya ingin mencegah terjadinya konflik.”
Bina Nusantara
• “Yang membuat pekerjaan saya menjadi sangat sulit ,” lanjut
Mallory,” adalah bahwa saya tidak memiliki satu tanggung jawab
pekerjaan yang spesifik,tampak bahwa siapa saja selalu
mencampuri apa yang saya lakukan atau memberitahu saya
bagaimana melakukannya. Tim kami beranggotakan tujuh orang
enam ketua dan saya!”
Bina Nusantara
• Tim proyek dimana Mallory bekerja memiliki tenggat waktu yang
harus dicapai hanya enam bulan. Sekarang tinggal sekurangsekurangnya dua minggu lagi. Setiap orang sadar bahwa ada
masalah namun tak seorangpun tampaknya mampu menyelesaikan.
Yang terutama mengecewakan Mallory adalah bahwa Lin Chen dan
juga Joyce Rothman tidak menunjukkan kepemimpinan apapun.
Bina Nusantara
• Lin asyik dengan sejumlah proyek lain, dan Joyce tampaknya
tidak dapat mengontrol kepribadian Sean dan Harlow yang Kuat.
Bina Nusantara