Pertemuan 21: PENERAPAN TURUNAN PERTAMA Tujuan Agar mahasiswa dapat menggunakan turunan fungsi bervariabel satu untuk mendapatkan fungsi marjinal dalam ekonomi FUNGSI MARJINAL Fungsi marjinal = derivatif/turunan ke-1 suatu fungsi Fungsi marjinal dalam ekonomi, antara lain: – – – – Biaya marjinal Penerimaan marjinal Utilitas marjinal Produksi marjinal Nilai fungsi marjinal pd suatu titik = besarnya perubahan (“tambahan”) niai fungsi bial nilai variabel bebasnya berubah (“bertambah”) satu unit. BIAYA MARJINAL (1) Biaya marjinal -marginal cost (MC) = biaya tambahan utk menghasilkan satu unit tambahan produk Biaya marjinal = turunan I dari fungsi (total) biaya = Cost ( C ); yaitu MC = C’ = dC/dQ Contoh 1 C = 1500 + 25 Q ; Q = kuantitas (unit), C dlm Rp (000) => MC = dC/dQ = C’ = 25; jadi utk menambah 1 unit produksi (mis. dari 100 -> 101 unit) tambahan biayanya sebesar Rp 25 (000). Perhatikan karena C = fungsi linier, MC = konstanta, jadi MC sama pd tiap titik Q BIAYA MARJINAL (2) Contoh 2 Biaya (total) : C = Q3 – 3Q2 + 4Q + 4; yaitu berupa fungsi kubik; C dalam ribuan rupiah. Biaya marjinal : MC = C’ = dC/dQ = 3Q2 - 6Q + 4 Karena MC = fungsi Q, maka nilai MC berbeda utk nilai Q yg berbeda Mis. Berapa besar MC pada titik Q = 10? MC = 3(10)2 – 6(10) + 4 = 244; artinya bila dari Q = 10 berubah satu unit (menjadi 11), besarnya tambahan biaya = Rp 244(ribu) FUNGSI PENERIMAAN Fungsi Penerimaan (revenue function, R) = fungsi (total) penerimaan suatu usaha yg menjual satu macam barang/produk R = Q.P Q = banyaknya (unit); P =harga/unit Ada 2 kemungkinan ttg. P: – Dalam pasar kompetisi murni (pure competition), P terjadi di pasar; suatu perusahaan tidak bisa menentukan P; mis. P = Rp 1750/unit – Pasar monopoli P = fungsi permintaan konsumen; contoh: P = 16-2Q => R = Q.P = Q(16-2Q} = 16Q -2Q2 NB: bila suatu usaha membuat/menjual 2 atau lebih jenis produk, R = total dari penerimaan semua jenis produk PENERIMAAN MARJINAL Penerimaan marjinal (marginal revenue, MR) = penerimaan tambahan bila output bertambah satu unit. MR = turunan pertama dari fungsi penerimaan (revenue, R), yaitu: MR = R’ = dR/dQ Contoh R= - 2Q2 + 16 Q MR = - 4Q + 16; Utk Q = 3 => MR = -4(3) + 16 = 4 ELASTISITAS Elastisitas (elastisity) variabel y = f(x) terhadap (perubahan) x, di mana y = f(x), dapat didefinisikan sebagai rasio persentase perubahan Y dg persentase perubahan x (x berubah “kecil”); yg secara matematis sbb.: Ey (y / y ) dy x lim Ex (x / x) dx y Cat. simbol elastisitas yg umum dipakai ELASTISITAS PERMINTAAN (1) Elastisitas permintaan thd (perubahan) harga, price elasticity of demand, = angka relatif yg menyatakan besarnya perubahan permintaan suatu barang, akibat perubahan harga. Bila Q = f(P) = fungsi permintan thd suatu barang, elastisitas permintaan thd barang tsb.: EQd (Qd / Qd ) dQd d lim EP (P / P) dP P Qd ELASTISITAS PERMINTAAN (2) Elastisitas suatu barang tergantung tingkat kebutuhan konsumen akan barang tsb.: sangat “penting”/primer (mis. beras), …, kurang - tidak penting. – Bila |d | > 1 => barang elastis – Bila |d | = 1 => barang elastis uniter; artinya ? – Bila |d | < 1 => barang inelastis Pertanyaan utk didiskusikan: bila suatu barang = kebutuhan primer konsumen, bagaimana sifat barang tsb? ELASTISITAS PERMINTAAN (3) Contoh Fungsi permintaan suatu barang; Qd = 47,5 – 7,5 P Berapakah elastisitas barang tsb. Pada tingkat harga P = Rp 3 ? P = 2 => Qd = 47,5 – 7,5 (3) = 25 dQd/dP = -7,5 d = (dQd/dP)(P/Q) = -7,5(3/25) = -0,9 Karena |d | < 1=> barang tsb. inelastis. d bertanda negatif (-) => perubahan harga & kuantitas berlawanan arah : harga naik => kuantitas turun, vv
© Copyright 2026 Paperzz