Matakuliah Tahun : K0414 / Riset Operasi Bisnis dan Industri : 2008 / 2009 Penerapan Int. Programming (IP) Pertemuan 14 Learning Outcomes • Mahasiswa dapat menghitung solusi integer programming dengan berbagai metode (gomory,branch & bound) utk menyelesaikan berbagai kasus yg sesuai. Bina Nusantara University 3 Outline Materi: • Metode Gomory • Metode Branch & Bound • Contoh kasus. Bina Nusantara University 4 Metode Gomory (cutting point), • • Metoda ini merupakan metoda yang sistematis untuk memperoleh solusi pure Integer Programming. Pertama kali dikemukakan oleh R.E Gomory pada tahun 1958, yang kemudian memperluas prosedur untuk dapat menyelesaikan masalah mixed integer programming. Bina Nusantara University 5 Algoritma Gomory, 1. 2. 3. Selesaikan solusi awal masalah IP dgn Simpleks atau dengan metoda grafik. Periksa solusi optimum, jika semua variabel basis memiliki nilai integer, solusi optimum integer telah didapat. Jika satu atau lebih variabel basis memiliki nilai pecah, teruskan ke langkah 3. Buatlah suatu kendala Gomory (suatu bidang pemotong atau cutting point) dan cari solusi optimum melalui prosedur dual simpleks, kemudian kembali ke langkah 2. Bina Nusantara University 6 Pembentukan kendala Berikut proses pembentukan kendala Gomory. Misal tabel optimum LP berikut merupakan solusi optimum kontinu Basis X1 ..… Xm W 1 …. W n Solusi z 0 …… 0 c1 ….. cn b0 x1 1 …… 0 : : : : : : 0 ……. 1 a11 … a1n b1 : : : bm : : : Xm Bina Nusantara University : : : : : : am1 ….. amm 7 • • • Variabel Xi (i=1,2…m) = variabel basis Variabel Wj(j=1,2,…n) = var.nonbasis Xi =bi - aij Wj , di mana b non integer. Kemudian pisahkan bi dan ai menjadi bagian bulat dan bagian pecah non negatif seperti berikut : _ _ bi = bi + fi fi = bi - -bi, utk 0 fi 1 _ _ aij = aij + fij fij =aij - -aij,utk 0 fij 1 Bina Nusantara University 8 • Dengan menggunakan rumusan tsb maka tabel baru setelah penambahan kendala Gomory menjadi : Basis X1 ..… Xm W1 …. Wn Sg Solusi z 0 …… 0 c1 ….. cn 0 b0 x1 a11 … a1n Xm 1 …… 0 : : : : : : 0 ……. 1 am1 ….. amm 0 : : : 0 b1 : : : bm Sg 0 ……. 0 -fi1 …… fin 1 -fi : : : Bina Nusantara University : : : : : : 9 Contoh kasus, Maks z= 7x1 + 9x2 Kendala : -x1 + 3x2 6 7x1 + x2 35 x1,x2 non negatif integer Solusi kontinu optimumnya sbb: Basis X1 X2 S1 S2 Solusi z 0 0 28/11 15/11 63 X2 X1 0 1 1 0 7/22 -1/22 7/2 9/2 Bina Nusantara University 1/22 3/22 10 • • • • • Karena solusi tidak bulat, dan kedua f1=f2=1/2, sehingga salah satu yg di gunakan, mis X2 menghasilkan X2 + 7/22 S1 + 1/22 S2 = 7/2 atau X2 +(0+7/22)S1+(0+1/22)S2=(3+1/2) Sehingga kendala Gomory adalah Sg1- 7/22S1 – 1/22 S2 = -1/2 dan diperoleh tabel berikutnya : Bina Nusantara University 11 Basis X1 X2 S1 S2 z 0 0 28/11 15/11 X2 X1 0 1 1 0 7/22 -1/22 0 0 -7/22 -1/22 1/22 3/22 Sg1 Solusi 0 63 0 0 7/2 9/2 1 -1/2 Sg1 Dengan metoda dual simpleks dihasilkan Bina Nusantara University 12 Basis X1 X2 S1 S2 Sg1 Solusi z X2 X1 S1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1/7 1/7 8 1 -1/7 -22/7 59 3 32/7 11/7 Karena solusi masih pecah, kendala gomory baru ditambahkan pada f1 terbesar (f1=4/7), maka X1+(0+1/7) S2 + (-1+6/7) Sg1=(4+4/7) Kendala Gomory kedua: Sg2 –1/7 S2 – 6/7 Sg1 = -4/7 diperoleh: Bina Nusantara University 13 Basis X1 X2 S1 S2 Sg1 z X2 X1 Sg1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1/7 1/7 8 1 -1/7 -22/7 0 0 0 0 59 3 32/7 11/7 Sg2 0 0 0 -1/7 -6/7 1 -4/7 Bina Nusantara University Sg2 Solusi 14 Menggunakan metoda dual simpleks diperoleh : Basis X1 X2 S1 S2 Sg1 Sg2 Solusi z X2 X1 S1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2 1 -1 -4 7 0 1 1 55 3 4 1 S2 0 0 0 1 6 -7 4 yang menghasilkan solusi bulat optimum X1=4, X2=3 dan Z=55 Bina Nusantara University 15 Bina Nusantara University 16
© Copyright 2026 Paperzz