Matakuliah Tahun : K0414 / Riset Operasi Bisnis dan Industri : 2008 / 2009 Integer Programming (IP) Pertemuan 13 Learning Outcomes • Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian integer programming dengan berbagai metode yg tersedia untuk penyelesaian berbagai kasus yang sesuai. Bina Nusantara University 3 Outline Materi: • • • • Pengertian integer programming Pendekatan pembulatan Metode grafik Contoh kasus. Bina Nusantara University 4 Pengertian : • • Integer Programming (IP) adalah suatu linear programming dengan tambahan persyaratan bahwa semua atau beberapa variabel bernilai bulat (nonnegatif), namun tidak perlu bahwa parameter model juga bernilai bulat. Integer programming : Pure (all) integer programming(PIP) Mixed integer programming(MIP) Zero one integer programming(ZIP). Bina Nusantara University 5 • • • PIP: model IP yg semua variabel basis bernilai integer(bulat positif/nol). MIP: model IP yg variabel2 tertentu yg bernilai integer(bulat positif/nol). ZIP: model IP yg variabelnya hanya bernilai nol atau satu. Bina Nusantara University 6 Bentuk Umum IP Secara umum masalah IP dapat dirumuskan dalam bentuk: n Maks f = Cj Xj J=1 Dengan kendala : n aij Xj ( , = , ) bi J=1 untuk : i = 1,2,3…, m j = 1,2,3,…,n Xij 0 Bina Nusantara University 7 Pendekatan Pembulatan, • • • • • Beberapa pendekatan solusi terhadap masalah IP, antara lain: Pendekatan Pembulatan Metoda Grafik Metoda Gomory Metoda Branch and Bound Pendekatan Pembulatan • Suatu pendekatan yg sederhana dan praktis untuk menyelesaikan masalah IP dengan hanya membulatkan hasil akhir dari suatu masalah. Bina Nusantara University 8 Contoh Kasus 1. Maks z=100 x1 + 90 x2 Kendala: 10x1 + 7 x2 70 5x1 + 10 x2 50 x1, x2 0 Kasus 2. • Min z=200 x1 + 400 x2 Kendala: 10x1 + 25 x2 100 3x1 + 2 x2 12 x1, x2 0 • Kasus 3. Maks z=80 x1 + 100 x2 Kendala: 4x1 + 2 x2 12 x1 + 5 x2 15 x1, x2 0 Bina Nusantara University 9 Perbandingan Hasil Kasus Solusi dgn Metoda Simpleks Solusi pembulatan ke bil.bulat terdekat. Solusi bulat optimum yg sebenarnya I X1=5,38 X2=2,31 Z=746,15 X1 =5 X2 =2 Z=680 X1 = 7 X2 = 0 Z = 700 X1=1,82 X2=3,27 Z=1.672,73 X1 =2 X2 =3 Tak layak X1 =3,X2=3 atau X1=5,X2=0 Z = 1.800 X1=2,14 X2=1,71 Z=343 X1 =2 X2 =2 Tak layak X1 =0 X2 =3 Z = 300 II III Bina Nusantara University 10 Catatan: • Untuk mencegah ketidak layakan, nilai solusi simpleks dalam masalah minimisasi harus dibulatkan ke atas, sedang dalam masalah maksimisasi dibulatkan ke bawah. Bina Nusantara University 11 Metode Grafik, • • Solusi masalah IP dengan metoda grafik sangat terbatas, karena hanya dapat melibatkan 2(dua) variabel. Pendekatan cara ini identik dengan metode grafik pada Linear Programing (LP) dalam semua aspek, kecuali bahwa solusi optimum harus memenuhi persyaratan bilangan bulat. Bina Nusantara University 12 Contoh Maks z= 100x1 + 90 x2 Kendala: 10 x1 + 7 x2 70 5 x1 + 10 x2 50 x1,x2 nonnegatif integer. Model ini sama dengan model LP biasa, perbedaannya pada kendala yg terakhir yang mengharapkan bahwa variabel terjadi pada nilai nonnegatif integer. Selanjutnya coba gambarkan kasus tersebut di atas! Bina Nusantara University 13 Bina Nusantara University 14
© Copyright 2026 Paperzz