Mata Kuliah Tahun : K0194-Pemodelan Matematika Terapan : 2008 Aplikasi Model Markov Pertemuan 22: Bina Nusantara Learning Outcomes • Mahasiswa akan dapat menghitung matriks transisi dan perhitungan keseimbangan.. Bina Nusantara Outline Materi: • • • • Bina Nusantara Matriks Transisi Kondisi Keseimbangan Aplikasi model Markov Contoh penerapan Andrei Markov (1856-1922) Paul Eherenfest: Diffusion model, early 1900s Statistical interpretation of the second law of thermodynamics: The entropy of a closed system can only increase. Proposed the “Urn Model” to explain diffusion. Albert Einstein, 1905 Realized Brownian motion would provide a magnifying glass into the world of the atom. Brownian motion has been extensively modeled by Markov Chains Bina Nusantara Bina Nusantara Particles are separated by a semipermeable membrane, which they can pass through in either direction. Suppose that there are N black particles inside the membrane, and N white particles outside the membrane. Each second, one random molecule goes from outside the membrane to inside, and vice versa. Osmosis Bina Nusantara There are N+1 states, given by the number of white molecules inside. Bina Nusantara 0 1 2 3 5 molecules Bina Nusantara 4 5 N molecules Bina Nusantara N molecules Bina Nusantara If this process runs for a while, an interesting question is: How much time, on average, is the process in each state? A Markov chain with transition matrix P is said to be regular if some power of P has all positive entries for some n. In a regular Markov chain, it is possible to get from any state to any other state in n steps. The Markov chain for our osmosis process is regular. Even starting with all black particles inside, if a white particle entered at every step, then the process would pass from zero white inside through all possible states. Bina Nusantara Contoh Aplikasi Persoalan peralihan merk adalah persoalan yang sering terjadi dalam dunia perdagangan yang disebabkan oleh karena para pelanggan pindah dari satu merk kepada merk yang lain. Peralihan para pelanggan timbul karena iklan, promosi tertentu, harga, ketidakpuasan dan lain sebagainya. Analisis rantai Markov yang dipakai untuk menyelesaikan persoalan ini telah banyak digunakan sebagai alat diagnosis untuk mengusulkan rencana-rencana strategi pasar. Tabel berikut ini menggambarkan tingkah laku peralihan merk dari 1000 pelanggan untuk 4 merk dagang, masing masing merk 1,2,3 dan 4 sbb: Bina Nusantara Merk (i) Minggu pertama A Beralih selama satu periode Minggu kedua tambah kurang 220 50 45 225 B 300 60 70 290 C 230 25 25 230 D 250 40 35 255 1000 175 175 1000 Selajutnya dari hasil survey konsumen diperoleh informasi pola perpindahan merk sbb: -Diantara 220 pembeli merk A, 175 loyal, 20 ke Merk B ,10 ke Merk C, 15 ke Merk D -Diantara 300 pembeli merk B, 230 loyal, 40 ke Merk A, 5 keMerk C, 25 keMerk D dst.. Bina Nusantara Lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut : Perioda I Jl.pelamggan Merk (i) A B C D 220 300 230 250 1000 Mendapatkan dari Kehilangan dari A B C D A B C D 0 0 10 15 40 0 5 25 0 25 0 0 10 15 10 0 0 40 0 10 20 0 5 15 10 5 0 10 15 25 0 0 Minggu k e d u a 225 290 230 255 1000 Langkah berikutnya merubah pergantian merk yang dilakukan para pelanggan agar seluruh ‘mendapatkan’ & ‘kehilangan’ menjadi bentuk probabilitas transisi berikut, tanda panah yg menuju kedalam menunjukkan kenaikan, tanda panah yang menuju keluar menunjukkan kehilangan. Bina Nusantara 0,091 A 0,767 B 0,133 0 0,046 0,017 0,109 0,06 0,083 0,891 C 0,04 Secara matematik dapat di buat sebagai berikut : Mendapatkan Dari: Merk Merk ( Baris) ------------------------------ ---------------------------------------- mendapatkan. ke A B C D A B C D A 175 40 0 10 225 0,796 0,133 0,000 0,040 B 20 230 25 15 290 0,091 0,767 0,109 0,060 C 10 5 205 10 230 0,046 0,017 0,891 0,040 D 15 25 0 215 235 0,067 0,083 0,000 0,860 220 300 230 250 kehilangan (kolom) Tabel : Matriks Probabilitas Transisi Bina Nusantara 0,860 D Selanjutnya menghitung kemungkinan market share di waktu yang akan datang. Market share diperoleh dengan mangalikan matriks probabilitas transisi dengan market share pada periode I Probabilitas transisi A B C 0,796 0,133 0,000 0,091 0,767 0,109 0,046 0,017 0,891 0,067 0,083 0,000 A Market share Periode I D 0,040 0,060 X 0,040 0,860 B C 0,22 0,225 0,30 0,290 = 0,23 0,230 0,25 0,255 D 0,6484 0,2112 0,0145 0,0742 0 , 1513 0 , 6073 0 , 1808 0 , 1056 0,0818 0,0375 0,7957 0,0729 X 0,1185 0,1440 0,0090 0,7473 Bina Nusantara Market share Periode II 0,22 0,228 0 , 30 0 , 283 = 0,23 0,231 0,25 0,258 A 0,796 0,091 0,046 0,067 B C D 0,040 0,767 0,109 0,060 X 0,017 0,891 0,040 0,083 0 0,860 0,133 0 0,22 0 , 30 0,23 = Equilibrium Market Shave 0,25 Secara determinan dapat ditentukan harga A,B,C dan D sebagai berikut : Bina Nusantara A= 0,00240 22,8% 0,01052 B= 0,00282 26,8% 0,01052 C= 0,00249 23,7% 0,01052 D= 0,00281 26,7% 0,01052 Bina Nusantara
© Copyright 2026 Paperzz