download

Matakuliah
Tahun
: Psikologi Sosial dan Intervensi Psikologi
: 2009/2010
Psikologi Sosial dan Intervensi Psikologi
Pertemuan 1 & 2
Gambaran Umum
• Matakuliah Psikologi sosial dan intervensi psikologi ini
membahas mengenai teori-teori yang ada di dalam psikologi,
khususnya psikologi sosial sebagai alat intervensi
• Mahasiswa akan dapat melaksanakan
– melaksanakan - langkah dan Strategi Intervensi sosial
melalui perpekstif psikologi
– Mahasiswa akan dapat menerangkan - langkah dan
Strategi Intervensi sosial melalui perpekstif psikologi
– Mahasiswa akan dapat mendiskusikan langkah-langkah
dan strategi intervensi sosial dalam psikologi
– Mahasiswa akan dapat menghubungkan masalah dan
perubahan sosial yang ada melalui kacamata psikologi
dan mengintervensikannya
Bina Nusantara
Silabus
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Review Psikologi Sosial
Intervensi Sosial
Psycho Educational model
social cognitive theory
Psikologi kritis dan Representasi Sosial
The Five C's: Cause, Change agency, change target,
channel, and change strategy
7. Strategi-strategi di dalam perubahan sosial
8. Perubahan dan Masalah Sosial
9. Konflik dan resolusi konflik
10. Perencanaan, Program, dan Evaluasi Perubahan Sosial
Bina Nusantara
Referensi
1. Athonie Davies. (2000). Managing for changing. Intermediate
technology. London.
2. Sarlito Wirawan Sarwono. (2002). psikologi sosial. Edisi 3.
balai pustaka. jakarta.
3. Fraser. Mark W., Richman, Jack M., Galinsky, Maeda
J.&Day, Steven H.. (2009). Intervention Research:
Developing Social Programs. oxford press. london.
4. McNiff, Jean, Lomax, Pamela & Whitehead, Jack.. (1996).
You and Your Action Research Project. Hyde Publications.
London.
5. Zaltman, Gerald, Kottler, Phillip, Kottler, & Kaufman, Ira
(eds). (1997). Creating social change. Holt, Rinehart and
Winston Marketing Series.
6. Levin, Jack, Innis, Kim Mac, Carrol, Walter F., & Bourne,
Richard. (2000). Social Problem. Roxbury publishing
company. California.
Bina Nusantara
7. Bandura, Alber. (1999). Social cognitive theory. Asian Journal
of Social Psychology.
8. Gough, Ian, & Mcgregor, Allister. (2007). Wellbeing in
Developing Countries; From Theory to Research. UK.
Cambridge University press.
9. Bandura, Albert. (1986). Social Foundations of Thought and
Action: a Social cognitive theory. Prentice-Hall. New Jersey.
10. Moscovici, Serge. (2001). Social Representations. New York
University Press. New York.
11. Eagly, Alice H., Baron, Reuben M., & Hamilton, V. Lee.
(2004). The social psychology of group identity and social
conflict. APA. Washington.
12. Feldman, Philip. (1993). The Psychology of Crime.
Cambridge University Press. Cambridge.
13. Fof, Dennis, & Prilleltensky, Isaac. (2005). psikologi kritis.
Daras. Jakarta.
Bina Nusantara
14. Zuber-Skerritt, Ortrun (ed). (1996). New Directions in Action
Research. The Falmer Press. London.
15. Andrews, Jac J.K., Saklofske, Donald H., & Lanzen, Henry
L.. (2001). Handbook of Psychoeducational assesment:
Ability, Acvhievement, and Behvior in Children . Academic
Press.
16. Flick, Uwe (ed). (1998). The Psychology of Social.
Cambridge University Press. UK.
17. Ibanez, Thomas, & Iniguez, Lupucinio. (1997). Critical social
psychology. Sage. London.
Bina Nusantara
Review Psikologi Sosial
Materi Review Psikologi Sosial
•
•
•
•
•
•
Apakah Psikologi Sosial
Metodologi
Teori
Histori
Daftar jurnal
Psikologi Sosial di Indonesia
Bina Nusantara
Apakah Psikologi Sosial?
• Definisi Psikologi Sosial:
– The scientific investigation of how the thoughts,
feelings and behaviors of individuals are influenced
by the actual, imagined or implied presence of others
(Allport, 1935)
– Penyelidikan ilmiah tentang bagaimana pikiran,
perasaan dan perilaku individual dipengaruhi oleh
keberadaan orang lain, baik secara aktual,
diimajinasikan, maupun secara tidak langsung
(Allport, 1935)
Bina Nusantara
Psikologi Sosial Mempelajari:
1. Perilaku manusia:
– Bukan perilaku hewan
– Karena teramati dan terukur
– Bisa berupa aktivitas motorik yang besar (meloncat), bisa
juga kecil (angkat alis), bicara, menulis dsb.
– Publicly verifiable
– Maknanya tergantung pada perspektif teori, latar
belakang budaya dan interpretasi pribadi.
2. Feelings,thoughts, beliefs, attitudes, intentions, goals dsb.
– Disimpulkan (infered) dari perilaku
3. Menghubungkan aspek-aspek psikologi sosial dari perilaku
sosial dengan proses dan struktur kognitif yang lebih
mendasar
Bina Nusantara
Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan
karena:
• Psikologi sosial menggunakan metode-metode ilmiah
untuk menyusun (konstruk) dan menguji teori-teorinya.
• Validitas teori ditentukan oleh fakta dalam realita
• Teori disusun berdasarkan data
Bina Nusantara
Hubungan Psikologi sosial dengan berbagai
disiplin lain
Linguistik
Bahasa
Komunikasi
Sosiologi
Bina Nusantara
Psikologi
Kognitif
Psikologi
Individual
Psikologi
Sosial
AntropoLogi
sosial
Apa yang mebedakan Psikologi Sosial dari
lainnya?
• Topik-topik yang dibahas dalam Psikologi Sosial
Konformitas, persuasi, kekuasaan, pengaruh, ketaatan,
prasangka, diskriminasi, stereotipi, seksisme, rasisme,
kelompok kecil, hubungan antar kelompok, perilaku
kelompok, konflik sosial, kepemimpinan, komunikasi, bahasa,
pembuatan keputusan, frustrasi, keluarga, cinta, kekerasan
dsb.
• Topik-topik tsb. bukan monopoli ilmu sosial
• Kesalahan penekanan bisa mengubah PSos menjadi
sosiologi, ilmu komunikasi atau yang lainnya.
• Yang membedakan Psikologi sosial dari disiplin yang lain
adalah kombinasi antara apa yang dipelajarinya, bagaimana
mempelajarinya dan tingkat analisis-nya.
Bina Nusantara
Metodologi
• Sebagai ilmu, Psikologi Sosial berfungsi membuktikan
hipotesis.
• Yang membedakan Psikologi Sosial dari ilmu lainnya
adalah metodenya, bukan orangnya.
• Jika faktor otoritas seseorang lebih menentukan dari
pada metode yang digunakan, namanya bukan ilmu,
melainkan dogma atau rasionalisme.
Bina Nusantara
Model Metode Ilmiah dalam Psikologi Sosial
Konfirmasi
Dugaan
Berdsr
Pengal.
Teori
Perilaku
sosial
Hipotesis
Uji
empirik
Diskonfirmasi
Modifikasi
Teori
Bina Nusantara
Kepercayaan
Pada teori
meningkat
Kepercayaan
Pada teori
berkurang
Tolak
teori
Metode - Metode
• Eksperimental:
– Variabel dependent dan independent
– Variabel independent direkayasa untuk melihat hasilnya
pada variable dependent
– Dilakukan dalam laboratorium:
• Harus ada Validitas
– External: mundane realism
– Internal: experimental realism
• Kemungkinan bias karena:
– Efek subyek (participants)
– Efek eksperimenter
– Field experiment:
• Validitas eksternal sangat tinggi, kemungkinan bias
subyektif lebih rendah, tetapi variable tidak sepenuhnya
terkontrol
Bina Nusantara
• Non-eksperimental:
– Studi arsip/dokumen
– Studi kasus
– Survey
– Studi lapangan
Bina Nusantara
Etika Penelitian
• Tidak boleh membahayakan secara fisik
• Hati-hati dalam mengguanakan “desepsi” (pura-pura,
tipuan, dll. Contoh: eksperimen Milgram).
• Informed consent untuk melindungi hak individu
• Debriefing: dilakukan untuk menghilangkan kesan-kesan
yang tidak diharapkan dari eksperimen yang baru
dilakukan.
Bina Nusantara
Teori – Teori Psikologi Sosial
• Behaviorism:
– Radical behaviorist: menjelaskan dan
memprediksikan perilaku hanya melalui teori
reinforcement.
– Neo-behaviorist: sudah memasukkan unobservable
intervening constructs (beliefs, motives, feelings):
• Reinforcement-affect model of interpersonal
attraction (Lott, 1961)
• Social Exchange theory (Kelley & Thibaut, 1978)
• Social modeling (Bandura, 1977)
• Drive theory (Zajonc, 1965)
Bina Nusantara
• Cognitive psychology: fokusnya pada bagaimana orang
secara aktif menginterpretasikan dan mengubah
lingkungannya, melalui proses dan representasi kognitif:
– Gestalt, Koffka & Kohler, 1930an
– Field Theory, Lewin, 1953
– Cognitive consistency theory, Abelson, 1968
– Attribution theory, Hewstone, 1989
– Social cognition, Fiske & Taylor, 1991:
• Cognitive processes (categorization)
• Cognitive representations (schemata)
Bina Nusantara
• Evolutionary social psychology:
– Teori Darwinian dan sosiobiologi (Wilson, 1965,
1968): perilaku sosial berakar pada masa lalu species
manusia.
– Kurang bisa menjelaskan perilaku dengan konteks
sosial dan budaya
– Bisa menjelaskan perilaku yang a-kontekstual: agresi,
ketertarikan interpersonal, perilaku pro-sosial,
perilaku spatial dan perilaku non-verbal.
Bina Nusantara
• Teori personality:
– Kepribadian dianggap sebagai faktor yang paling
penting dalam perilaku sosial, misalnya
kepemimpinan, prasangka, dan konformitas.
– Kendala teori ini:
• Tidak ada bukti empirik bahwa kepribadian bersifat
permanen.
• Kepribadian justru perlu dijelaskan dengan
perilaku sosial, bukan menjelaskan perilaku sosial
Bina Nusantara
• Teori Kolektivis:
– Manusia berperilaku berbeda ketika berada dalam
kelompok
– Disebut juga “top-down theories” perilaku individu
ditentukan oleh kelompok, bukan sebaliknya (“bottom
up theories”/personality tehories)
• Teori Group Mind, Mc Dougall, 1920
• Social Identity Theory, Tajfell & Turner, 1979
Bina Nusantara
Krisis Psikologi Sosial
• Di akhir 1960an dan awal 1970an, Psikologi Sosial
mengalami krisis kepercayaan karena:
– Dianggap terlalu reduksionis: menghilangkan essensi
pengalaman sosial mansuia
– Dianggap terlalu positivistik: menjadi tidak ilmiah,
distorsi, misleading
Bina Nusantara
Tingkat Analisis
• Masyarakat diterangkan dengan kelompok
• Kelompok diterangkan dengan proses interpersonal
• Proses interpersonal diterangkan dengan mekanisme
kognisi intrapersonal
• Kognisi diterangkan dengan neuropsikologi
• Neuropsikologi diterangkan dengan biologi dst.
Jika tingkat reduksi tidak sesuai dengan tingkat
pertanyaan, maka masalah tetap tidak terjawab
Bina Nusantara
Tingkat eksplanasi dalam Psikologi Sosial:
•
•
•
•
Intrapersonal: cognitive process
Interpersonal and situational: attribution research
Positional: research into power and social identity
Ideological: studies considering the role of cultural norms
and values
Bina Nusantara
Reduksionis
• Reduksi diperlukan dalam science, yaitu untuk
memungkinkan peneliti membuat kategorisasi dsb. Tetapi
reduksi yang terlalu banyak menghilangkan esensi.
• Psikologi sosial dikritik karena terlalu mereduksi gejala
sosial menjadi proses kognitif dan motivasi intrapsikis yang
a-sosial (misal:Moscovici, 1972; Pepitone, 1981; Sampson,
1977; Taylor & Brown, 1979)
• Upaya mengatasinya adalah dengan mengembangkan teori
di mana proses kognisi individual diartikulasikan ke dalam
daya-daya sosial berskala besar untuk menjelaskan
perilaku kelompok (misal: Tajfel & Turner, 1979; Group
cohessivness, Hogg, 1992; teori atribusi, Hewstone, 1989)
Bina Nusantara
Positivism
• Menerima ilmu pengetahuan tanpa kritik, ilmu dianggap
satu-satunya kebenaran, ilmu dianggap seperti agama.
• Psikologi dikritik sebagai bukan science karena:
– Tidak bisa mencapai obyektivitas seperti misalnya
ilmu Kimia
– Psikologi hanya bisa menjadi ilmu semu, bukan true
science
– Mekanisme dasar dalam psikologi sosial
(kategorisasi,atribusi dll) hanya perkiraan terbaik saja,
karena datanya bias.
Bina Nusantara
Reaksi terhadap positivism:
• Dehumanisasi manusia karena memperlakukan manusia sebagai
obyek
• Timbul alternatif terhadap psikologi sosial tradisional:
– Social constructionism (Gergen, 1973)
– Humanistic Psychology (Shotter, 1984)
– Ethogenics (Harre, 1979)
– Discursive psychology (Edwards, 1996, Potter & Whetherell,
1987)
– Post structuralist perspectives (Henriques et al., 1984)
• Ciri Psikologi Sosial alternatif:
– Berbeda fokus, tetapi sama dalam memandang manusia
sebagai subyek
– In depth subjective analysis
– Subyektivitas dianggap sebagai metode penelitian yang baik
Bina Nusantara
Sejarah Psikologi Sosial
• Berawal dari sebuah Jurnal di Jerman:
Volkerpsychologie (Steinthal, Lazarus, 1860)
• Jika Wundt mempelajari individual mind, folkpsychology
mempelajari group mind.
• Antara 1890-1900an teori group mind mendominasi:
Gustave Le Bon (1896), McDougall (1920)
• 1951 Asch: psikologi sosial harus memandang individu
dalam konteks hubungan dalam kelompok.
Bina Nusantara
Buku-buku awal:
• Buku-buku awal tentang psikologi sosial bukan dalam
bahasa Inggris (Bunge, 1903; Orano, 1901), atau bukan
dalam bidang psikologi sosial (Baldwin, 1897:
perkembangan moral anak; Tarde, 1898: tingkat analisis
psikologi sosial seharusnya “bottom up”, bukan seperti
teori Durkheim yang “top down”)
• 1908 terbit dua buku berjudul “Social Psychology”, yang
masing-masing ditulis oleh seorang psikolog
(McDougall) dan seorang Sosiolog (Ross)
Bina Nusantara
Bangkitnya eksperimen:
• 1898 Experimen Triplett
• 1913 J.B. Watson mendeklarasikan bahwa psikologi
harus berdasarkan perilaku yang teramati
• Laboratorium psikologi berkembang pesat di AS
• 1924 Allport menyatakan bahwa psikologi sosial akan
berkembang hanya kalau berdasarkan studi empirik
• 1931 & 1937 Murphy & Murphy menerbitkan buku
Bina Nusantara
Perkembangan selanjutnya:
• Skala sikap: Bogardus, 1925; Thurstone, 1928; Likert,
1932 (dua di antaranya diterbitkan dalam jurnbal
sosiologi)
• Studi tentang kelompok sosial: K. Lewin (bapak Psi Sos
eksperimental, tentang proses dalam kelompok kecil);
Lewin, Lippit & White, 1939: kepemimpinan dalam
kelompok kecil; Roethlisberger & Dickson, 1939:
psikologi industri
Bina Nusantara
Penelitian dan program terkenal
•
•
•
•
•
•
•
•
1935 Sherif: eksperimen tentang norm formation.
1950 Adorno et al: authoritarian personality
1951 Asch: group pressure
1953 Hovalend & Yale University: Attitude change program
(studi tentang propaganda)
1955 Sherif & Sherif: competition and intergroup processes
1957 Festinger: cognitive dissonance
1963 Milgram: destructive obedience
Kontribusi Eropa:
– European Sssociation of Experimental Psychology
(menerbitkan jurnal-jurnal bahasa Inggris)
– Henri Tajfel (1974)
– Serge Moscovici (1961)
Bina Nusantara
Jurnal-jurnal
• S/d 1950 J of Abnormal and Social Psychology dan J of
Personality
• 1963 J of Social and Clinical Psy
• British J of Soc Psy
• 1965 J of Personality and Social Psychology
• 1965 J of Experimental Psy
• 1971 European J of Soc Psy
• 1971 J of Appleid Soc Psy
• 1975 Personality and Soc Psy Bulletin
• 1979 Soc Psy Quarterly
• 1982 Soc Cognition
Bina Nusantara
Psikologi Sosial di Indonesia
• Berdiri tahun 1968
• Kepala Bag. PSos pertama/pendiri: dra. Ny. Jusuf
Nusyirwan
• Kepala-kepala bagian berikutnya:
– Dr. Suwarsih Warnaen
– Dr. Sarlito W. Sarwono (1978-1980)
– Drs. Zainul B. Biran (1981-1984)
– Drs. M.E. Markum (1984-1986)
– Prof. Dr. Sarlito W. Sarwono (1986-1994)
– Dra. S.P. Brotowasisto (1994-1998)
– Drs. Dradjat S. Sumitro (1998-2001)
– Dra. Ratna D. Chaidir, Dipl. Psych. (2001-2005)
– Dr. Harry Susianto (2005-2009)
Bina Nusantara
Contoh penelitian di Bagian Psi Sos UI:
• 1979 ASEAN Multi Media Mix
• 1979 Laporan masyarakat terhadap isi dan produksi
TVRI
• 1980 Pengaruh iklan terhadap masyarakat di pedesaan
• 1987 Remaja dan KB
• 1987 Rumah susun dengan pendekatan Psi. Lingkungan
dan arsitektur
• 1988 Kebersihan lingkungan di Cipinang
• 1989 Anak jalanan
• 1989 Social Psychological aspect of Diarrhoeal Disease
• 1991, 1993 Kirab Remaja I, II
Bina Nusantara
• 1994. 1995, 1997 Model pembinaan tenaga kerja usia
muda, Kel. Kapuk Muara
• 1995 Kirab Remaja IV
• 1997 Kerukunan antar umat beragama
• 1997 Studi GNOTA
• 1998 Motivational Gravity pada mahasiswa Teknik dan
Psikologi UI
• 1999 Konseling pada Youth Center Klinik PKBI Bandung
• 2000 Identifikasi perilaku politik Suharto
• 2003 Dampak penggunaan atribut STPDN
Bina Nusantara
Disertasi
• 1977 Suwarsih Warnaen: Stereotip etnik
• 1978 Sarlito W. S. : Gerakan protes mahasiswa
• 1998 Enoch Markum: Kepribadian mahasiswa
beprestasi
• 2004 S.P.. Brotowasisto: Cegah rokok pada remaja
• 2004 Isti Wibowo: Perilaku membuang sampah
• 2004 Zainal Abidin: Penghakiman massa
• 2004 Hamdi Muluk: Ingatan Kolektif dan Rekonsialasi:
Kasus Tanjung Priuk
Bina Nusantara
Buku-buku
• W.A. Gerungan, 1972 Psikologi Sosial: suatu ringkasan,
Bandung: Eresco
• Wibowo, Isti 1988 Materi Pokok Psikologi Sosial, UT
• Mar’at, 1983: Pemimpin dan kepemimpinan, Jakarta:
Ghalia
• Sarlito W. Sarwono, 1987 Masalah-masalah
kemasyarakatan di Indonesia, Jakarta: Sinar Harapan
• Sarlito W. Sarwono, 1984, 1995, Teori-teori Psikologi
Sosial, Jakarta: Rajawali
• Sarlito W. Sarwono, 1992, Psikologi Lingkungan :
Jakarta: Grasindo
• Sarlito W. Sarwono, 1997, 1999, Psikologi Sosial, I dan
II, Jakarta: Bala Pustaka
Bina Nusantara