download

Mata kuliah
Dosen Pembuat
Tahun
: J0754 - Pengelolaan Organisasi Entrepreneurial
: D3122 - Rudy Aryanto
: 2009
Kewirausahaan dan Organisasi
Chapter 3
WIRAUSAHAWAN DAN MANAJER
Secara umum, posisi kewirausahaan melibatkan resiko yang
dipertaruhkan seseorang demi kemajuan perusahaan. Wirausahawan
bersedia mengorbankan keamanan finansial, baik bagi dirinya pribadi
maupun orang lain, untuk memulai sebuah usaha.
Sebaliknya, seorang manajer lebih termotivasi oleh tujuan-tujuan serta
reward yang ditetapkan secara eksternal, kurang toleran terhadap resiko
serta ambiguitas dibandingkan dengan seorang wirausahawan. Manajer
lebih memilih posisi serta gaji yang relatif aman ketimbang ketidakpastian
yang ditimbulkan sebagai hasil dari mendirikan usaha baru, yang dapat
mengabaikan kerugian finansial.
3
Peran wirausahawan dan manajer mensyaratkan adanya ketrampilan
personal yang berbeda. Kita biasanya berfikir bahwa wirausahawan
memiliki keterampilan dalam intuisi (menggambarkan peluang) dan
emosi. Di sisi lain, manajer lebih menggunakan pendekatan rasional
serta ketrampilan yang berorientasi kepada detail (detail-oriented skills).
Lingkungan yang berbeda mensyaratkan keterampilan yang berbeda.
Organisasi yang birokratis kemungkinan tidak akan mentoleransi inovasi
ataupun perilaku yang tidak biasa, sementara organisasi dengan struktur
yang longgar serta partisipatif, seperti yang baru didirikan oleh seorang
wirausahawan, sangat tidak menyukai kekakuan, baik dalam hal
perilaku, struktur, maupun sistem manajemen.
Seorang wirausahawan yang baru saja merintis usahanya harus
menggunakan keterampilan manajerial untuk mengimplementasikan visi
mereka. Manajer harus memanfaatkan keterampilan kewirausahaan
mereka guna mengelola perubahan dan berinovasi.
4
5
Kewirausahaan, Kreativitas, dan Organisasi
Kewirausahaan dan kreativitas acapkali dilihat sebagai dua hal yang
saling berkaitan. Menurut Kao, kewirausahaan dan kreativitas berasal
dari hubungan timbal balik antara tiga elemen, yaitu karyawan (The
Person), tugas (The Task), dan konteks organisasi (The Organizational
Context), yang ditujukan oleh gambar berikut:
The Person
The Environment
The Task
The Organization
Hubungan 3 Elemen Pembentukan Kewirausahaan & Kreativitas
Elemen pertama, karyawan, telah jelas dengan sendirinya. Ide-ide baru
tentu saja tidak akan muncul dan diimplementasikan oleh organisasi atau
teknologi, namun oleh usaha dan kerja keras dari orang-orang yang
memiliki dedikasi yang tinggi di dalam organisasi tersebut. Oleh karena
itulah sangat penting untuk memahami kepribadian, motivasi, keterampilan,
tingkat pemahaman, serta preferensi psikologis seseorang.
Tugas (Task) mengacu pada hal-hal yang dikerjakan oleh kelompokkelompok yang ada dalam organisasi. Tugas-tugas yang diberikan boleh
jadi didasarkan pada kepribadian atau visi yang dimiliki seseorang. Apa
saja tugas-tugas yang mesti dikerjakan ditentukan oleh strategi organisasi,
serta dipengaruhi pula oleh lingkungan eksternal seperti perkembangan
pasar. Bagi seorang wirausahawan, tugas-tugas yangrelevan mencakup
pencarian ide-ide serta pandangan-pandangan baru tersebut menjadi
sesuatau yang nyata (tugas-tugas manajerial/operasional).
7
Sedangkan konteks organisasi adalah setting dimana pekerjaanpekerjaan kratif dan kewirausahaan berlangsung. Isu-isu yang
berkaitan dengan masalah konteks organisasi ini mencakup struktur
dan sistem organisasi, definisi peran-peran pekerjaan, serta budaya
yang memberikan pengaruh yang signifikan bagi lingkungan kreatif
serta kewirausahaan. Faktor-faktor diatas dapat membatasi ataupun
memfasilitasi kreativitas dan kewirausahaan.
Elemen-elemen diatas (karyawan, tugas-tugas, dan konteks organisasi
berada dalam sebuah lingkungan (environment), yaitu dunia yang
berada di luar organisasi. Lingkungan ini memiliki peran yang signifikan
karena merupakan sumber bagi tersedianya modal, karyawan,
informasi, keahlian, serta berbagai layanan profesional. Faktor
lingkungan ini juga dapat memfasilitasi ataupun menghalangi usahausaha kreatif dan kewirausahaan. Lingkungan juga menggambarkan
situasi persaingan, yang dapat terdiri dari faktor-faktor seperti
persaingan, regulasi pemerintah, serta perkembangan teknologi.
8
Secara umum, bentuk organisasi mengasumsikan bahwa tugas-tugas
yang dijalankan ditentukan oleh serta bergantung pada baik strategi
maupun lingkungan. Strategi memberikan bentuk bagi tugas-tugas
dengan menetapkan tujuan dan sasaran organisasi. Pengaruh lingkungan
terhadap tugas-tugas yang dijalankan berasal dari ketersediaan relatif
sumber daya serta pengaruh terhadap lingkungan operasional.
Kelangsungan hidup sebuah organisasi ditentukan oleh kesesuaian antara
lingkungan yang dihadapi dengan strategi yang ditetapkannya.
Organisasi harus mampu memecahkan beberapa tantangan mendasar :
1)
Organisasi harus mampu menghadapi tantangan secara efektif.
Organisasi merupakan mekanisme pemrosesan informasi yang tugas
utamanya mencakup perolehan informasi, penyebaran informasi
tersebut dalam organisasi, serta memanfaatkan informasi tersebut
guna mengambil keputusan. Proses informasi menentukan
kemampuan relatif organisasi untuk berinteraksi secara efektif dengan9
lingkungannya serta untuk mencapai tujuan yang ditetapkannya.
2)
Organisasi harus menyeimbangkan kebutuhan antara diferensiasi
seperti yang dikemukakan oleh Lawrence dan Lorsch. Diferensiasi
mengacu pada keberagaman dalam sudut pandang kognitif dan
emosional dari orang-orang dengan orientasi fungsional yang
berbeda. Sedangkan integrasi berarti kemapuan organisasi
fungsional yang berbeda. Sedangkan integrasi berarti kemampuan
organisasi untuk melakukan kolaborasi yang dibutuhkan antara
spesialis fungsional dengan unit organisasi guna menghadapi
tantangan lingkungan mencapai integrasi menjadi tujuan yang
mengarahkan organisasi kewirausahaan, dimana tugas-tugas yang
dilakukan sangat beragam, saling bergantung satu sama lain, dan
penting.
10
Semakin beragam serta semakin tinggi tingkat ketergantungan tugastugas yang ada, semakin besar potensi untuk terjadinya overload
informasi dan pekerjaan dan semakin tinggi pula potensi terjadinya
overload informasi dan pekerjaan dan semakin tinggi pula potensi
terjadinya konflik dalam organisasi. Hal ini mensyaratkan strategi
yang berbeda. Diferensiasi juga mempengaruhi kemampuan
organisasi dalam merespon perubahan. Spesialisasi dapat
mengurangi fleksibilitas baik pada tingkat individu maupun pada
tingkat unit operasi. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan,
strategi, serta ketersediaan sumber daya juga dapat menimbulkan
kesulitan dalam mencapai tingkat integrasi yang dipersyaratkan.
11
3)
Organisasi harus mampu mencapai tingkat formalitas struktural yang
sesuai dengan tingkat ketidakpastian dan ambiguitas yang mengiringi
tugas-tugas yang dijalankan. Sebagai contoh, tugas-tugas dalam
tingkat yang tinggi tentut memerlukan dikembangkannya struktur
formal guna diperolehnya efisiensi operasi. Di sisi lain,
ketidakpastian tugas dalam tingkat yang tinggi mensyaratkan tingkat
fleksibilitas dan formalitas yang lebih tinggi. Organisasi
kewirausahaan memiliki tingkat ketidakpastian serta ambiguitas
tertinggi.
Peranan SDM dalam Kewirausahaan
Secara tradisional, deskripsi pekerjaan seorang wirausahawan meliputi
tanggung jawab seperti pengembangan produk, perencanaan bisnis, dan
finansial. Namun dalam menjalankan tanggung jawabnya seorang
wirausahawan akan cepat menyadari bahwa pada tahap-tahap awal
mulai beroperasinya perusahaan ia menghabiskan banyak waktunya
guna berurusan dengan permasalahan seputar Sumber Daya Manusia
(SDM). Ia harus mencari dan merekrut orang-orang yang tepat untuk
kemudian diintegrasikan ke dalam perusahaan, menyampaikan visi
kewirausahaannya, serta memberikan arah, tujuan, serta kebijakan yang
tepat. Sang wirausahawan juga harus menetapkan agenda, melakukan
negosiasi seputar masalah kompensasi serta menyusun standar reward
yang diberikan, memperjelas setiap tugas dan tanggung jawab masingmasing karyawan, mengalokasikan status, memecahkan konflik serta
mengelola trade-off interpersonal, disamping juga mengevaluasi serta
13
mengembangkan karyawan.
Pada perusahaan yang baru berada dalam fase awal perkembangannya,
teknologi yang dimiliki barangkali masih dalam proses pengembangan,
finansial tergantung kepada kinerja, merek yang dihasilkan belum dikenal,
keunggulan komparatif yang dimiliki belum terbukti (proven). Karyawan
merupakan aset yang paling bernilai.
Kesulitan dalam menjalankan agenda sumber daya manusia barangkali
berakar dari keterangan yang berlangsung antara ”spirit kewirausahaan”
dengan sistem SDM. Organisasi yang berada pada tahap-tahap awal
berdirinya biasanya dicirikan oleh informalitas yang dimilikinya, seperti
pengalokasian tanggung jawab serta reward yang hanya dilakukan melalui
tatap muka. Bagi sebagian wirausahawan, menciptakan sistem SDM
sama artinya dengan munculnya birokrasi.
Bagaimanapun, membangun perspektif SDM sangat dibutuhkan oleh
wirausahawan karena memberikan pendorong krusial yang
mempengaruhi perkembangan organisasi dan juga orang-orang di
dalamnya.
14
Mengelola ekspektasi juga merupakan isu penting bagi perusahaan yang
berada pada tahap awal pendiriannya.
1) Ekspektasi yang dimiliki oleh orang-orang kunci. Sebuah perusahaan
boleh jadi sangat tergantung pada kreativitas atau bakat teknis dari
satu atau beberapa orang tertentu, seperti perusahaan pembuat
software yang mengandalkan pakar yang memiliki spesialisasi di
bidangnya. Jika mempertahankan serta meningkatkan produktivitas
mereka merupakan hal yang sangat penting, maka harus terus
diusahakan agar mereka tetap kerasan untuk bekerja di perusahaan,
peran mereka perlu dikembangkan, yang dikaitkan dengan evolusi
perusahaan.
2) Ekspektasi karyawan yang dibawa ke dalam perusahaan karena
adanya persepsi terhadap perusahaan sebagai sukses, kendaraan bagi
diperolehnya imbalan finansial secara personal, peluang untuk
kemajuan, lingkungan yang atraktif dimana karyawan diperlukan
dengan baik. Usaha yang terus menerus untuk menyeimbangkan
antara ekspektasi dengan realitas merupakan hal yang penting guna
15
memelihara iklim yang penuh dengan kegairahan dan produktivitas.
Menjamin kesesuaian antara karyawan dengan organisasi merupakan
hal yang penting bagi keberhasilan kewirausahaan. Variabel-variabel
seperti gaya personal, kebutuhan, serta kemampuan untuk mentoleransi
ketidakpastian akan sangat mempengaruhi kemampuan seseorang
untuk berhasil dalam suatu lingkungan tertentu. Organisasi mutlak perlu
untuk memahami budaya serta lingkungan di sekelilingnya serta
memelihara citra seputar karakteristik karyawan yang akan sukses dalam
budaya serta lingkungan yang ada.
16
Menjamin kesesuaian antara karyawan dengan tugas-tugas yand
diembannya merupakan tanggung jawab yang sangat penting yang
dimilikinya oleh fungsi SDM. Seiring dengan semakin berkembangnya
organisasi, sifat serta kompleksitas dari tugas-tugas yang harus
dilaksanakan mengalami perubahan. Membangun keterampilan
karyawan melalui pelatihan dan pengembangan memungkinkan mereka
untuk mengimbangi kebutuhan perubahan organisasi. Dengan
memberikan peluang yang beragam guna mendapatkan pengalaman
melalui rotasi pekerjaan, karyawan dapat memperoleh berbagai
keterampilan yang sangat dibutuhkan.
17
Making Sense of Ambiguity:
Organizational Entrepreneurship
Problem Roots:
• Traditional Organizations:
– Are Designed to Produce Stable, Predictable Performance
by Eliminating Unauthorized Behavior -- and Ambiguity
– Use Specialization to Narrow Members’ Focus
– Emphasize Control and Managerial Intent, Ignoring Other
Cognitive Resources
• 100 Years of Bureaucracy . . .
Traditional Consequences:
•
•
•
•
•
“Thought” and “Attention” Limited to Managers
Consistency Sought; Rigidity Found
Credibility Gap: Ignored Realities
Alienation
Reduced Capability in Uncertain Times
Organizational Culture,
Norms & Values
Operating System
Strategy
Managerial Systems
Structural Elements of Organizations
An Alternative Approach:
•
•
•
•
•
•
Organize Instead for Innovation
Performance Improvement
Organizational Change
Organizational Learning
Emphasize Shared Cognitions
Embrace Ambiguity as Opportunity
Cognitive Elements of Organizations
Organizational Culture,
Norms & Values
Strategy
Shared
Management
Mindful Alertness
Operating System
Ambiguity
Absorption
Managerial Systems
Structural Elements of Organizations
Multidisciplinary Perspective
•
•
•
•
Organization Theory
Cognition
Information Theory
Social Psychology
•
. . . Against Constant Process & Performance
Assessment: Reality Testing
Need for a Cognitive Perspective
• Real Organizations are People . . .
– . . . With all their Cognitive Pluses and Minuses
• What is Central, is What’s Traditionally Dismissed (e.g.,
Subjectivity, Creativity, Emotion, Responses Beyond
Rationality)
• Coordinating Shared Understanding Puts Cognition at
the Center
Innovation vs.
Traditional Organizations
• Novel Methods and technologies
• Novel Products
• Novel Processes
– Multidisciplinary, multifunctional perspective
•
. . . Yet Doesn’t Fit with Traditional Stability Norms &
Procedures
Organizational Change
•
•
•
•
•
•
•
Strategic
Systemic
Structural
Cultural
Constituent
Experimentation
. . . None of Which Fits Traditional Organizations
Organizational Learning
•
•
•
•
Investigating Knowledge and its Application Details
Shared learning
Virtual teams, Collaborative Work
Culture, Technology & Learning
•
. . . Which Also Do Not Fit
Responding to Crisis and Ambiguity:
•
•
•
•
•
•
Process Redesign on the Fly
“Reengineering” to New Facts
Quality Improvement & Redefinition
Performance Innovations
Dynamic Authority, Based on Relevant Expertise
Problem Solving Focus on Data
Organizational Entrepreneurship
• Shared Management: “We’re All Responsible for
Results”
– FedEx: Keeping Others Informed
– Texas Instruments, 3M, Intel: Initiating New Ideas, Products &
Processes
– Blowing the Whistle on Projects
– Mature Industry Bootstrapping
Mindful Alertness:
• Within a Context, Data Takes Meaning
• Alertness to Pattern, Anomalies, Change
• Pushing Data Up the Pipe
– Lost Wrenches
– Rival’s Paper Buy
– My “Serendipity Hand” is Out!
Ambiguity Absorption:
•
•
•
•
Who Deals with Ambiguity?
Who has Data? Information? Context?
Organizational Attention Resources
Shared Interpretation
What Supports Adaptation?
• Technology to Capture, Save, Access, Display & Share
Information -- Helping to Make Meaning and Track the
Process
• Organizational Structures to Identify Where Information
is Likely to Reside
• Cultural Norms that Value Evidence
• Operating Policies Based on Data
The Data-Based Organization:
• “Show me the Money!” -- What Real Results? What Real
Causes?
• “Benign Neglect” -- Places to Experiment
• “What Have You Done for me Lately?” -- Constant
Attention, Search for Better
• Sharing Information to Drive Empowerment
• “Listening Down”
Anomaly Recognition:
• Routines Dismiss as Noise, What Entrepreneurial
Organizations Embrace as Data
– Driving Out “Mindlessness”
– Shared Interpretation: The Chase!
• “What Does This Mean For Us?”
Hazards and Limits:
• “High Performing Organizations” are Hard:
–
–
–
–
–
Burn Out
Easy to Forget About People’s Lives
“The Highest Divorce Rate in Silicon Valley”
“The 82nd Airborne School of Management”
Dismissing “Bureaucracy” that Works
• Finding a Balance Between Stability and Change
Auto Adaptive System
Technical Support System
Organizational Flexibility
Cultural Openness
Sensemaking
Structuring Mechanisms
Cognitive Management
Methods
Constrained
Improvisation
Organizational Reliability
Structuring Mechanisms
Technical Support Infrastructure
Cognitive Management
Methods
Constrained
Improvisation
Mindful Alertness,
Ambiguity I
Bounded
Entrepreneurship
Effective Crisis
and Ambiguity Response
Organizational Reliability
Further Research
•
•
•
•
•
•
•
•
The Human Cognition Revolution
Technical & Information Support
Organizational Dynamics
Interpretation & Influence
Entrepreneurship as a Resource
Sensemaking as a Shared Endeavor, a Common Human Task
Extreme Events, Near Misses
Dynamic Reconfiguration Among and Between Levels
(Individual, Group, Organization , System. . .)