download

Matakuliah
Tahun
: U0676 – Modeling & Shading, Lighting,
Rendering I
: 2010
Iconic Modeling
Character Modeling
Tidak seperti dalam modeling objek lainnya, ada
hal-hal yang perlu diperhatikan dalam modeling
karakter.
Bina Nusantara University
3
T-Pose
T-Pose adalah pose
ideal yang digunakan
para character modeller
untuk pose dasar model
karakter.
Pose ini juga dapat
disebut virtuvian man
pose.
Bina Nusantara University
4
Topology Basics
Topologi pada intinya adalah ‘alur’ dari sebuah
objek.
Topologi yang benar mengikuti bentuk dari sebuah
objek, dan Topologi yang benar juga merupakan
sebuah kunci dalam menentukan apakah model
tersebut siap dianimasikan, terutama untuk model
karakter 3D.
Bina Nusantara University
5
Contoh topologi yang benar dan salah:
Bina Nusantara University
6
Edge Loop
Untuk beberapa permukaan yang memiliki lubang,
seperti rongga mata, mulut, dan lubang hidung
dalam modeling karakter, topologi yang benar akan
memiliki edge loop yang melingkari bagian
permukaan yang berlubang tersebut.
Bina Nusantara University
7
Contoh Edge Loop
Bina Nusantara University
8
Five Point
Five point adalah suatu kondisi dimana sebuah
vertex tersambung oleh 5 edge akibat dari edge
loop.
Pada umumnya, sebuah vertex hanya tersambung
oleh 4 edge.
Bina Nusantara University
9
Contoh Five Point
Bina Nusantara University
10
Be Efficient!
Semakin banyak vertex, edge atau polygon akan
memperberat sistem, mempersulit anda dalam
proses skinning dan animasi (apabila karakter
tersebut disiapkan untuk dianimasikan), dan sangat
memungkinkan model yang tidak efisien akan
menambah waktu render.
Bina Nusantara University
11
Modeling secara Efisien
Subdivisions. Sebuah bentuk curve yang halus tidak
memerlukan banyak ruas.
Perhitungkan fungsi modifier Meshsmooth /
Turbosmooth untuk memperhalus model anda!
Bina Nusantara University
12
Subdivision - Meshsmoothing
Bina Nusantara University
13
Modeling secara Efisien
Texturing. Tidak semua detail harus dihasilkan oleh
geometri.
Beberapa detail yang kecil dapat dihasilkan dengan
cara texturing, misalnya tekstur kulit, tekstur baju
karakter, dan sebagainya.
Bina Nusantara University
14
Texturing
Box sebelum dan sesudah diberi texture.
Bina Nusantara University
15
Modeling secara Efisien
Reversible. Dalam modeling, kesalahan bisa terjadi.
Usahakan model anda selalu dalam kondisi yang
dapat diperbaiki.
Hal ini sangat terkait dengan topologi. Apabila
topologi tidak teratur, membetulkan model 3d akan
sangat sulit.
Bina Nusantara University
16
Bentuk-bentuk topologi yang beresiko:
Polygon Segi Lima
Bina Nusantara University
17
Polygon Segi Tiga di permukaan yang tidak
datar
Bina Nusantara University
18
Dua edge bertemu di satu vertex pada
permukaan yang bersudut siku.
Bina Nusantara University
19
Editable Poly tools
Tools yang sering dipakai dalam Editable Poly untuk
character modeling antara lain:
- Cut
- Extrude
- Weld / Target Weld
- Chamfer
- Connect
Bina Nusantara University
20
Cut
Cut adalah tool untuk memotong satu polygon atau
lebih. Cut dapat dimulai baik dari vertex, edge atau
polygon. Namun perhatikan kembali topologi anda.
Bina Nusantara University
21
Perhatikan double vertex pada saat anda
melakukan cut. Double vertex akan bermasalah
pada saat proses smoothing / subdivision dilakukan.
Bina Nusantara University
22
Extrude
Extrude adalah tool untuk menarik dan
menambahkan baik pada vertex, edge atau polygon
Hasil extrude masing-masing akan berbeda apabila
dilakukan terhadap vertex, edge ataupun polygon.
Bina Nusantara University
23
Perhatikan topologi setelah melakukan extrude,
disarankan untuk segera memperbaiki topologi
sebelum melakukan langkah modeling selanjutnya.
Bina Nusantara University
24
Weld / Target Weld
Weld / Target Weld adalah tool untuk
menyambungkan vertex atau edge.
Weld / Target weld biasanya digunakan untuk
menutup lubang pada mesh, atau menghilangkan
double vertex.
Weld / Target weld juga merupakan tool yang sering
digunakan untuk mengefisienkan topologi.
Bina Nusantara University
25
Weld mempertemukan vertices/edges yang dipilih
ke posisi paling tengah diantara vertices/edges
tersebut.
Target Weld menempelkan vertex / edge yang
pertama dipilih ke posisi vertex / edge yang
ditentukan.
Bina Nusantara University
26
Weld
Bina Nusantara University
27
Target Weld
Bina Nusantara University
28
Chamfer
Chamfer adalah tool untuk memperhalus
permukaan mesh.
Cara kerja Chamfer adalah dengan menggandakan
vertex, edge, atau polygon.
Bina Nusantara University
29
Perlu diperhatikan bahwa penggunaan chamfer
dengan jumlah yang kecil akan membentuk sebuah
sudut pada mesh setelah proses Smoothing /
Subdivision
Bina Nusantara University
30
Chamfer
Bina Nusantara University
31
Connect
Connect adalah tool untuk menyambungkan dua
vertex atau edge yang dipilih dengan satu atau
lebih edge baru.
Connect merupakan tool yang sering digunakan
untuk menambah segment dengan sistematis.
Bina Nusantara University
32
Khusus untuk edge, connect dapat
menyambungkan lebih dari dua edge.
Bina Nusantara University
33
Material
Material digunakan untuk memberi ‘warna’ pada
mesh. Namun material bukan hanya sekedar warna
saja, selain warna, material juga dapat memberikan
kesan bahwa mesh tersebut shiny, soft, reflektif,
dan sebagainya.
Bina Nusantara University
34
Basic Material parameters
Material pada dasarnya terdiri dari elemen-elemen
sebagai berikut:
-Diffuse
-Specular
-Bump
-Reflection
-Refraction
-Opacity
Bina Nusantara University
35
Diffuse
Diffuse adalah warna dasar, warna sebenarnya
sebelum terkena pewarnaan dari sumber cahaya.
Bina Nusantara University
36
Specular
Specular dibagi 2, yaitu specular color dan specular
level.
Specular color menentukan warna mengkilat yang
terlihat apabila mesh terkena cahaya langsung.
Specular Level adalah seberapa mengkilat material
tersebut apabila terkena cahaya langsung.
Bina Nusantara University
37
Bump
Memberikan detail kecil seperti tekstur kain pada
pakaian karakter hanya dengan diffuse color hanya
akan memperlihatkan warna, tetapi tidak
memberikan kasar.
Fungsi bump pada material editor dapat
memberikan kesan kasar yang dibutuhkan.
Bina Nusantara University
38
Reflection
Reflection adalah fungsi untuk memberikan efek
pantulan pada suatu mesh. Reflection biasa
digunakan untuk material-material yang
memantulkan benda-benda di sekitarnya, misalnya
kaca, gelas, cat mobil, dan sebagainya.
Bina Nusantara University
39
Refraction
Refraction adalah fungsi untuk memungkinkan
sebuah benda untuk membiaskan cahaya. Contoh
benda-benda yang membiaskan cahaya misalnya
gelas kaca, air, lensa, dan sebagainya.
Bina Nusantara University
40
Opacity
Opacity berfungsi untuk mengatur transparansi dari
material tersebut. Opacity tidak membiaskan
cahaya. Kain tipis yang transparan adalah salah
satu contoh material yang dapat dihasilkan dengan
menggunakan opacity.
Bina Nusantara University
41