download

Mata kuliah
Tahun
: O0264 / TEKNIK WAWANCARA MEDIA
: 2008 / 2009
TEKNIK WAWANCARA
Pertemuan 15 & 16
Learning Objectives
Pada akhir pertemuan ini, diharapkan
mahasiswa dapat menyimpulkan pengertian
bahwa mempersiapkan wawancara dan
teknik pelaksanaan wawancara sehingga
mendapatkan hasil yang optimal.
Bina Nusantara University
3
Pengertian Wawancara
• Wawancara merupakan suatu metode pengumpulan
berita, data atau fakta di lapangan.
• Prosesnya dapat dilakukan:
a. secara langsung dengan bertatap muka (face to
face) dengan narasumber.
b. secara tidak langsung seperti melalui telepon,
intranet, internet atau surat (wawancara tertulis).
Bina Nusantara University
4
Sifat-sifat Wawancara (1/2)
Di Lingkungan Pers Internasional, wawancara
sifatnya berbeda-beda, yaitu:
1. On the record: nama dan jabatan narasumber dapat
digunakan sebagai sumber keterangan dan boleh
dikutip langsung.
2. Background: boleh menggunakan kutipan langsung
atau menyiarkan keterangan apa pun yang diberikan
oleh narasumber, tetapi tanpa menyebutkan nama
atau jabatan sebagai sumbernya. Biasanya footnote
digunakan istilah “Sumber terpercaya di lembaga,
departemen atau badan...” atau “sumber yang
berwenang...” menurut persyaratan yang ditentukan
oleh pemberi wawancara.
Bina Nusantara University
5
Sifat-sifat Wawancara (2/2)
3. Deep Background: tidak boleh menggunakan
kutipan langsung atau menyebut nama jabatan atau
instansi sumber berita. Footnote mengunakan
istilah “Menurut keterangan….” atau : “Diperoleh
kabar bahwa...”
4. Off the record: keterangan yang diberikan bukan
untuk disiarkan. Wawancara semacam ini berguna
bagi jurnalis untuk memahami permasalahan.
Bina Nusantara University
6
Jenis Wawancara (1/2)
1. Wawancara Berita (news peg interview) yaitu
wawancara yang dilakukan untuk memperoleh
keterangan, konfirmasi atau pandangan dari
narasumber tentang suatu masalah.
2. Wawancara Pribadi (personel interview) yaitu
wawancara untuk memperoleh data tentang pribadi
dan pemikiran seseorang (narasumber). Berita yang
dihasilkan berupa profil narasumber, meliputi
identitas pribadi, perjalanan hidupnya dan
pandangan-pandangannya mengenai berbagai
masalah yang terkait profesinya.
Bina Nusantara University
7
Jenis Wawancara
3. Wawancara Ekslusif (exclusive inteview) yaitu
wawancara yang dilakukan satu orang jurnalis atau
lebih (tetapi berasal dari satu media) secara khusus
berkaitan masalah tertentu di tempat yang telah
disepakati bersama.
4. Wawancara Keliling atau Jalanan (man in the street
interview) yaitu wawancara yang dilakukan seorang
jurnalis dengan menghubungi berbagai interview
secara terpisah yang satu sama lain, tetapi
mempunyai kaitan dengan satu masalah atau berita
yang akan ditulis. Misalnya ada peristiwa
kebakaran.
Bina Nusantara University
8
Ketrampilan Jurnalis (1/2)
Dalam peliputan, teknik wawancara yang benar-benar
harus dikuasai oleh jurnalis adalah ilmu wawancara,
misalnya memahami: latar belakang masalah atau
peristiwa (penguasaan bidang liputan). Hal ini
mengantisipasi agar materi yang diliput tidak salah
persepsi atau salah tulis, dan dalam wawancara jangan
pernah “dengan kepala kosong” (tidak paham materi
wawancara).
Dalam peliputan/wawancara, wartawan harus mampu
fleksibel, adaptasi dengan situasi dan “tahan banting”.
Bina Nusantara University
9
Ketrampilan Jurnalis (2/2)
Intinya ketrampilan atau skill yang harus dikuasai
seorang jurnalis yang utama adalah teknik jurnalistik,
meliputi:
1. penguasaan masalah yang diliput
2. teknik reportase (yaitu ketrampilan meliput dengan
wawancara selengkapnya dan sesudah itu
menuliskannya sebagai berita atau feature atau
artikel)
3. ketaatan pada kode etik jurnalistik.
Bina Nusantara University
10
Pelaksanaan Wawancara(1/3)
Tahap ini merupakan tahap penting yang akan dilalui
seorang jurnalis. Pada tahapan ini, ada beberapa hal
yang harus dilakukan, antara lain:
a. Perhatikan penampilan, baju yang rapih.
b. Datanglah tepat waktu, jangan terlambat.
c. Perkenalkan diri kepada narasumber (khususnya
nama dan media tempat tempat jurnalis bekerja)
d. Perkenalkan masalah yang akan ditanyakan,
sehingga narasumber mengetahui alasan dirinya
akan dijadikan narasumber.
e. Mulailah dengan pertanyaan ringan (untuk narasumber
yang punya banyak waktu), tetapi langsung ke
persoalan inti (to the point) untuk narasumber tertentu.
Bina Nusantara University
11
Pelaksanaan Wawancara (2/3)
f. Hal yang ditanyakan tidak bersifat interogatif atau
terkesan memojokkan narasumber, sehingga
menjadikan narasumber seperti terdakwa di
persidangan.
g. Hindari pertanyaan yang sifatnya menggurui.
h. Dengarkan dengan baik jawaban yang disampaikan
oleh narasumber. Jurnalis boleh menyela apabila
narasumber memberi penjelasan yang menyimpang
dari topik yang dibicarakan.
Bina Nusantara University
12
Pelaksanaan Wawancara (3/3)
i. Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan baru
yang muncul dari penjelasan narasumber. Sebab,
hal ini senantiasa terjadi dalam setiap wawancara.
j. Setelah seluruh pertanyaan diajukan, jangan lupa
memberikan kesempatan kepada narasumber untuk
menjelaskan hal-hal yang mungkin belum
ditanyakan.
k. Usai wawancara, sampaikan ucapan terima kasih
kepada narasumber.
Bina Nusantara University
13
Kendala Wawancara
Setiap jurnalis pasti mengupayakan hasil wawancara
nya optimal. Namun seringkali ada saja kendala yang
mungkin akan terjadi.
Untuk menghasilkan sebuah berita yang baik sangat
tergantung dari hasil wawancara di lapangan. Data
yang diperoleh di lapangan seringkali hanya sedikit,
hal ini akan menyulitkan jurnalis dalam menulis berita.
Untuk itu, dalam melakukan wawancara, upayakan
mendapatkan data yang selengkap-lengkapnya di
lapangan, khususnya melalui proses wawancara.
Bina Nusantara University
14
Closing
Setelah memahami pengertian, sebenarnya tidak ada
kiat yang mutlak untuk melakukan wawancara.
Apalagi setiap jurnalis punya kiat-kiat tersendiri
dalam menemui dan memancing simpati narasumber
untuk mau melayani permintaan untuk wawancara.
Namun demikian, ada beberapa hal umum yang perlu
menjadi catatan para jurnalis sebelum melakukan
wawancara.
The End
Bina Nusantara University
15