download

Matakuliah
Tahun
Versi
: S0024/Mekanika Bahan
: September 2005
: 1/1
Pertemuan 8
Tegangan danRegangan Normal
1
Learning Outcomes
Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa
akan mampu :
• Mengetahui diagram tegangan dan regangan
serta hubungannya
TIK - 6
2
Outline Materi
• Tegangan normal
• Regangan normal
• Hubungan tegangan dan regangan
3
Tegangan Normal
• Suatu batang lurus mengalami perubahan
panjang bila dibebani secara aksial yaitu
menjadi panjang jika mengalami tarik dan
menjadi pendek jika mengalami tekan.
4
 = perpanjangan adalah hasil kumulatif dari
perpanjangan semua elemen bahan
diseluruh volume batang
 = regangan = perpanjangan persatuan
panjang

L
• Jika batang mengalami tarik maka regangannya
regangan tarik dan batang memanjang
5
• Jika batang mengalami tekan maka
regangannya regangan tekan dan batang
memendek
 = regangan disebut regangan normal karena
berkaitan dengan tegangan normal dan
regangan ini tak berdimensi / tidak ada satuan
6
• Batang baja panjang L = 2 m dapat memanjang
1,4 mm bila dibebani tarik

1,4 mm
 
 0,0007  700 x 10 -6 (0,07%)
L
2m
7
Besaran Mekanika Bahan
• Untuk memahami perilaku mekanis dari bahan
yang digunakan caranya dengan melakukan
eksperimen di laboratorium
• Tegangan aksial  pada benda uji dihitung
dengan =
beban aksial  P
luas penampang  A
8
• Jika luas benda uji digunakan dalam
perhitungan maka tegangannya disebut
tegangan nominal
• Harga tegangan sebenarnya dihitung dengan
luas penampang batang sebenarnya pada saat
kegagalan terjadi dimana luas aktual lebih kecil
dari luas awal
9
• Sesudah melakukan uji tarik / tekan dan
menentukan tegangan dan regangan pada
berbagai taraf beban maka dapat diplot diagram
tegangan versus regangan
• Diagram tegangan regangan merupakan
karakteristik dari bahan yang diuji dan memberi
informasi penting tentang besaran mekanis dan
jenis perilaku
10
Tegangan dan Regangan
• Contoh : Bahan baja lunak / baja struktural yang
mengalami tarik dapat dibuat diagram tegangan
regangan

tegangan ultimate
tegangan luluh
limit proporsional
D
.A B
O
daerah
linier
C
luluh atau
plastis
sempurna
Strani Necking
hardening
E

11
– Mulai dari O ke A = garis lurus berarti linier
atau proporsional disebut modulus elastisitas

E

– Titik B titik luluh
– Antara B dan C terjadi perpanjangan tanpa
ada pertambahan gaya tarik disebut plastis
sempurna
12
– Perpanjangan dari C ke D membutuhkan
peningkatan beban tarik sampai harga max di
D disebut tegangan ultimate
– Penarikan lagi dengan pengurangan beban
akan terjadi putus / patah di titik E
13
• Hubungan linier antara tegangan dan regangan
(untuk batang mengalami tarik/tekan)
  E
• Disebut sebagai hukum Hooke
E = modulus elastisitas disebut modulus Young
 = tegangan aksial
 = regangan aksial
14
• Bila suatu batang prismatis dibebani tarik
perpanjangan aksial disertai degan kontraksi
lateral (tegak lurus arah beban) mengalami
perubahan bentuk (lihat gbr)
15
• Gaya aksial harus konstan diseluruh panjang
batang demikian hingga regangan aksial
konstan, bahannya homogen (bahan
mempunyai komposisi sama sehingga besaran
elastis sama disetiap titik) agar regangan lateral
seragam besaran elastis harus sama disemua
arah yang tegak lurus sumbu longitudinal
• Bahan yang mempunyai besaran yang sama
dalam semua arah (aksial,lateral) disebut
isotropik. Jika besarannya berbeda pada
berbagai arah maka bahan disebut anisotropik /
aelotropik
16
• Kasus khusus dari anisotropik terjadi jika
besaran pada arah tertentu diseluruh bahan dan
besaran disemua arah yang tegak lurus arah
tersebut sama maka bahan ini disebut ortotropik
I

• Rasio regangan lateral
terhadap regangan
aksial  dikenal dengan
 I lateral strain
Poisson ratio   


aksial strain
17
• Untuk batang yang mengalami tarik, regangan
aksial adalah positif dan regangan lateral negatif
I

(karena lebar batang berkurang   ) untuk
batang yang mengalami tekanan, regangan
aksial adalah negatif dan regangan lateral positif
(batang lebih pendek)
• Untuk bahan biasa Poisson Ratio selalu positif
18