download

Matakuliah
Tahun
: Periklanan
: 2009
Regulasi Periklanan
Pertemuan 12
Regulasi Periklanan
Regulasi dalam Periklanan ditujukan untuk melindungi
konsumen pengguna barang/jasa yang diiklankan. Hal ini
merupakan landasan etika dan aturan dalam periklanan.
Regulasi Periklanan mengacu pada hukum dan peraturan
yang mendefinisikan pada produk-produk tertentu yang
dapat diiklankan pada negara/ daerah tertentu. Peraturan
dapat meliputi berbagai aspek seperti pengaturan tempat
iklan, waktu iklan, dan isi dari iklan tersebut.
Bina Nusantara University
3
Contoh Regulasi Periklanan (1)
Regulasi Peiklanan di Amerika Serikat sangat sensitif
terhadap iklan yang salah/ dapat menyesatkan konsumen
dan iklan yang berhubungan dengan kesehatan (seperti
iklan obat-obatan).
Di Swedia dan Norwegia, regulasi iklan melarang iklan yang
mentargetkan anak-anak sebagai konsumen pengguna
produk/jasa. Di beberapa negara di eropa juga melarang
adanya kampanyeiklan atau sponsorship yang dituukan
untuk anak-anak dibawah umur 12 tahun.
Bina Nusantara University
4
Contoh Regulasi Periklanan (2)
Di Inggris, regulasi periklanan mengatur secara ketat
terhadap iklan rokok di Televisi, Billboard, dan acara
olahraga. Demikian juga iklan minumam alkohol, dilarang
untuk mendiskusikan manfaat dari minuman pada iklan
tersebut.
Sekarang ini didunia, regulasi periklanan sangat mengatur
bentuk-bentuk periklanan dalam industri rokok dan minuman
alkohol.
Bina Nusantara University
5
Regulasi Periklanan di Indonesia
Persatuan Perusaaan Periklanan Indonesia (PPPI)
merupakan salah satu wadah pengaturan periklanan
terhadap industri periklanan dan produk/jasa yang diiklankan
di Indonesia.
PPPI bekerja sama dengan Pemerintah dalam hal ini
Departemen Kesehatan dan Departemen Penerangan
Republik Indonesia untuk mendorong peningkatan etika
dalam periklanan Obat Bebas / Obat Bebas Terbatas, Obat
Tradisional dan Suplemen Makanan, melalui penerapan
sanksi secara tegas.
Bina Nusantara University
6
Manfaat Regulasi Periklanan
•
•
•
•
Regulasi periklanan ini dibuat untuk melindungi
kepentingan konsumen barang dan jasa yang diiklankan.
Ditujukan untuk meningkatan etika dan kebenaran
penyampaian informasi yang disampaikan melalui iklan
terhadap masyarakat umum.
Pengaturan dan penjaminan pada periklanan obat dan
makanan yang merupaan industri yang sangat sensitif
dan berdampak langsung apabila terjadi penyimpangan.
Meningkatkan profesionalisme praktisi periklanan di
Indonesia.
Bina Nusantara University
7
Pengawasan Iklan
Pengawasan iklan merupakan tanggung jawab dari
masyarakat dan pemerintah.
Masyarakat umum di Indonesia berhak melakukan
pengawasan terhadap iklan yang beredar diberbagai media,
apabila masyarakat merasa dirugikan oleh iklan tersebut,
maka dapat melakukan pengaduan sukarela kepada
pemerintah, dalam hal ini Departemen Penerangan Republik
Indonesia.
Bina Nusantara University
8
Contoh Iklan
Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengemas iklan
sedemikian rupa sehingga dapat memberi pengaruh
yang kuat kepada calon konsumen. Mengacu kepada
regulasi iklan rokok yang melarang produsen rokok
untuk menekan penayangan produk itu sendiri dan
mengurangi persentasi dampak negatif yang
ditimbulkan. Iklan rokok di Indonesia maupun di dunia
sepakat untuk menyantumkan peringatan akan bahaya
rokok yang ditimbulkan di setiap kemasan produk rokok.
Bina Nusantara University
9
Marlboro telah sukses dengan kampanyenya yang
menggambarkan visual ekslusif Marlboro Country
dengan simbol kejantanan seorang pria. Iklan ini mampu
menyiasati batas-batas iklan rokok yang cukup ketat
tanpa kehilangan bobot persuasifnya.
Bina Nusantara University
10
Tugas
• Show Video Marlboro Country TVC.
• Apa yang dapat Anda tarik kesimpulan dari kampanye
iklan Marlboro dan mengapa iklan ini begitu efektif
sehingga cenderung diikuti oleh berbagai kompetitor di
penjuru dunia seperti iklan rokok A Mild?
• Dengan berbagai batasan regulasi periklanan rokok di
masyarakat, apa yang menurut Anda dilakukan oleh
Marlboro untuk tetap bertahan dalam posisi atas kategori
rokok?
• Bagaimana menurut Anda mengenai regulasi periklanan
secara umum di Indonesia? Apakah sudah cukup
efektif? Jelaskan.
Bina Nusantara University
11