MODUL 2. PERANCANGAN DAN ANALISIS PERCOBAAN RANCANGAN ACAK LENGKAP (Randomized Completely Design) Rancangan acak lengkap digunakan apabila bahan/unit percobaan bersifat homogen (relatif seragam). Percobaan yang menggunakan rancangan ini biasanya percobaan yang berlangsung di laboratorium atau rumah kaca. Tidak selalu percobaan yang dilaksanakan di rumah kaca atau laboratorium menggunakan rancangan ini. Dalam rancangan ini tidak ada faktor lain yang dapat diperhitungkan sebagai sumber keragaman selain dari perlakuan yang dicobakan. Percobaan pada tanaman di rumah kaca dengan pot-pot yang ditanami dan dianggap sebagai unit percobaan, dan bila kondisi pot baik ukuran maupun isi tanah serta intensitas cahaya yang masuk, dan faktor lainnya bersifat homogen maka percobaan dapat dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap (RAL). Tetapi apabila diperkirakan dalam pengamatan parameter tanaman nantinya tidak dapat dilakukan pada hari yang sama untuk seluruh unit percobaan sehingga perlu pengamatan lanjutan untuk menyelesaikan pengamatan maka disini faktor waktu pengamatan ikut mempengaruhi parameter tanaman. Maka percobaan yang akan dilakukan tidak dapat menggunakan RAL. Sebagai contoh lain, suatu percobaan untuk mengetahui kekuatan benang sintetis yang menggunakan campuran bahan dari kapas. Campuran kapas yang diuji sebagai perlakuan percobaan ada 5 taraf yaitu 15, 20, 25, 30 dan 35%. Masingmasing perlakuan diamati sebanyak 4 kali/ulangan. Maka percobaan ini dapat mengunakan rancangan acak lengkap, karena bahan percobaan yang digunakan dapat dianggap homogen. Apabila banyaknya unit percobaan tidak memenuhi, sehingga ada kemungkinan jumlah ulangan setiap perlakuan dibuat tidak sama banyaknya, maka dapat pula menggunakan RAL asalkan kondisi-kondisi seperti yang telah disebutkan terpenuhi. Denah percobaan yang dlakanakan dalam RAL. Tahap-tahap penempatan/pengacakan perlakuan pada RAL yaitu: Pada dasarnya penempatan perlakuan pada unit percobaan dilakukan secara acak. Banyak caranya , misalnya dengan daftar bilangan acak atau dengan kertas gulungan yang diberi tanda perlakuan lalu diambil secara acak. Cara yang sederhana yaitu dengan menggunakan kertas gulungan. Tahap- tahapnya sebagai berikut: 1. Gambar denah tempat percobaan yang terdiri dari unit-unit percobaan. 2. Beri nomor urut dari unit-unit percobaan 3. Buat kertas gulungan sebanyak jumlah perlakuan kali jumlah ulangan dan masing-masing diberi tanda perlakuan. 4. Ambil secara acak gulungan pertama, tanda perlakuan yang ada pada kertas gulungan sebagai perlakuan pada unit percobaan no.1. 5. Ambil kertas gulungan kedua dan seterusnya, padankan tanda perlakuan dengan nomor pada unit percobaan. Misalkan jumlah ulangan 4 kali dan ada 5 perlakuan (A,B,C,D dan E), maka salah satu kemungkinan dari denah percobaannya dapat digambarkan sebagai berikut : -------------------------------------A E B A D -------------------------------------C D E A B -------------------------------------B E D C A -------------------------------------C B D E C -------------------------------------Cara lain dengan membangkitkan bilangan acak dari komputer, melalui MS-EXCEL Perlakuan A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E Random number 0,382 0,100681 0,596484 0,899106 0,88461 0,958464 0,014496 0,407422 0,863247 0,138585 0,245033 0,045473 0,03238 0,164129 0,219611 0,01709 0,285043 0,343089 0,553636 0,357372 Hasil pengacakan : B A C C E A Random number diurutkan 0,014496 0,01709 0,03238 0,045473 0,100681 0,138585 0,164129 0,219611 0,245033 0,285043 0,343089 0,357372 0,382 0,407422 0,553636 0,596484 0,863247 0,88461 0,899106 0,958464 B A C B B E D E A B C E A C D C D E D A B C B D E C D D E E A D B A Model dan analisis data percobaan dalam RAL Model linier bagi RAL adalah Yij = u + i + ij , sedangkan Yij = pengamatan pada perlakuan ke-i dan ulangan ke-j u = rata-rata umum i = pengaruh perlakuan ke-i ij = galat pengamatan perlakuan ke-i dan ulangan ke-j. Model bersifat linier aditif dibedakan dalam model tetap dan model acak. Model tetap merupakan model dimana perlakuan yang digunakan berasal dari populasi terbatas atau ditentukan langsung oleh peneliti. Kesimpulan dari model tetap terbatas pada digeneralisasikan. perlakuan yang dicobakan saja dan tidak dapat Sedangkan model acak dimana perlakuan yang dicobakan merupakan contoh acak dari populasi perlakuan. Kesimpulan dari model acak berlaku secara umum untuk seluruh populasi perlakuan. Data hasil pengamatan dari percobaan yang menggunakan RAL dengan t perlakuan dan r ulangan dapat disusun sebagai berikut : Perlakuan 1 2 .. .. t Jumlah Dari data yang 1 y11 y21 .. .. yt1 y.1 telah 2 y12 y22 .. .. yt2 y.2 Ulangan .. .. diperoleh .. .. .. .. dapat .. .. .. .. .. .. .. r y1r y2r .. .. ytr y.r disusun Jumlah y1. y2. .. .. yt. y.. analisis (ANOVA=analysis of variance) sebagai berikut: --------------------------------------------------------------------------------------Sumber derajat Jumlah Kuadrat F-hitung keragaman bebas kuadrat tengah --------------------------------------------------------------------------------------Perlakuan t-1 JKP KTP KTP/KTG Galat t(r-1) JKG KTG --------------------------------------------------------------------------------------Total tr-1 JKT keragaman t r Faktor koreksi (FK)= y..2/tr = ( yij)2 /tr i=1 j=1 t r Jumlah kuadrat total (JKT)= yij2 – FK i=1 j=1 t Jumlah kuadrat perlakuan (JKP) = ( yi.2 )/r – FK i=1 Jumlah kuadrat galat (JKG) = JKT – JKP Hipotesis yang diuji : Ho: Tidak ada perbedaan rata-rata antar perlakuan H1: Paling sedikit ada sepasang rata-rata perlakuan yang berbeda Kriteria pengujian pada taraf : Jika F-hitung F(db. perlakuan, db. galat) maka terima Ho > F(db. perlakuan, db. galat) maka tolak Ho atau terima H1. Nilai harapan kuadrat tengah dalam RAL dengan ulangan sama Sumber Derajat bebas Model Tetap Model Acak Perlakuan t-1 2 + r i2/(t-1) 2+r2 Galat t(r-1) 2 2 Total tr-1 keragaman Percobaan dalam RAL dengan jumlah ulangan tidak sama. Dari data yang telah diperoleh dapat disusun analisis (ANOVA=analysis of variance) sebagai berikut: --------------------------------------------------------------------------------------Sumber keragaman derajad Jumlah Kuadrat F-hitung bebas kuadrat tengah --------------------------------------------------------------------------------------Perlakuan t-1 JKP KTP KTP/KTG Galat ri-t JKG KTG --------------------------------------------------------------------------------------Total ri-1 JKT keragaman ri= banyakya ulangan pada perlakuan ke-i Faktor koreksi (FK)= y..2/ri = ( yij)2 Jumlah kuadrat total (JKT)= yij2 - FK Jumlah kuadrat perlakuan (JKP) = ( yi.2 /ri) - FK Jumlah kuadrat galat (JKG) = JKT - JKP Koefisien keragaman (KK) Ketelitian dari pelaksanaan percobaan dapat diketahui melalui besaran koefisien keragaman (KK). Bagi percobaan yang dapat dikendalikan dengan baik atau faktor luar selain faktor yang diji dalam kondisi relatif homogen maka akan memiliki koefisien keragaman yang relatif kecil. KTG KK = ------------------------- x 100% Rata-rata umum Asumsi yang mendasari Analisis ragam (ANOVA) Dalam analisis ragam yang melibatkan uji nyata, anggapan dasarnya adalah: 1. Pengaruh perlakuan dan lingkungan bersifat aditif. 2. Galat percobaan bersifat acak, menyeba bebas dan normal di sekitar nilai tengah nol dan ragam yang sama. Apa konsekuensinya bila asumsi diatas tidak dipenuhi ?. Baca: Steel dan Torrie (1989) halaman 205-208. Sumber Pustaka Mattjik A.A., Made Sumertajaya. 2000. Perancangan Percobaan. IPB Press. Bogor. Gomez, K.A., A.A. Gomez. 1995. Prosedur statistik untuk penelitian pertanian. Edisi Kedua. Penerjemah : Endang Sjamsuddin, Justika S. Baharsyah. UI-Press. Jakarta. Steel R.G.D dan J.H. Torrie. 1989. Prinsip dan Prosedur Statistika. Alih Bahasa: Ir. Bambang Sumantri. Penerjemah:PT. Gramedia. Jakarta.
© Copyright 2024 Paperzz